Wali Kota Eri Minta Pagar Mal Tak Terlalu Tinggi demi Estetika dan Keamanan
- 04 Agt 2026 07:54 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau pengelola mal untuk tidak membangun pagar yang terlalu tinggi guna menjaga estetika kota.
- Pagar tetap diperlukan namun tingginya tidak boleh berlebihan agar tidak menimbulkan kesan bahwa kota tidak aman dan membuat masyarakat merasa takut.
- Eri Cahyadi telah berkoordinasi dengan sejumlah pengelola mal dan menekankan bahwa Kota Surabaya adalah kota yang aman.
RRI.CO.ID, Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau pengelola mal di Kota Pahlawan agar tidak membangun pagar yang terlalu tinggi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga estetika kota sekaligus memastikan masyarakat tetap merasa aman dan nyaman.
Eri mengatakan telah berkoordinasi dengan sejumlah pengelola mal. Menurutnya, pagar tetap diperlukan, namun tingginya tidak perlu berlebihan agar tidak menimbulkan kesan kota yang tidak aman. "Jadi insyaallah nanti kami koordinasikan, yang saya ingin ketika ada pagar itu ada, orang jalan itu semakin terang, tidak terlalu tinggi yang mencerminkan orang itu merasa takut gitu. Padahal kota Surabaya ini aman," kata Eri, Senin, 3 Agustus 2026.
Ia menegaskan, Pemkot Surabaya tidak meminta pagar mal dibongkar. Imbauan tersebut hanya ditujukan kepada dua hingga tiga mal yang memiliki pagar terlalu tinggi.
"Kenapa kami tidak menyampaikan itu (pembongkaran pagar) karena tidak semua mal di Surabaya begitu. Hanya dua atau tiga mal saja," ucapnya tegas.
Eri juga meluruskan anggapan bahwa pagar dibangun untuk mengantisipasi aksi massa. Menurutnya, keberadaan pagar lebih ditujukan untuk menjaga keamanan pengunjung sekaligus mendukung penataan kawasan.
Ia mencontohkan kondisi di kawasan Tunjungan Plaza. Banyak pengunjung masih menyeberang langsung di Jalan Basuki Rahmat meski telah tersedia Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), sehingga membahayakan keselamatan.
"Kalau orang menyeberang kan langsung di depan itu, jadi orang lompat menyeberangi. Kami juga sering tegur agar orang tidak menyeberang di depan Tunjungan Plaza karena sudah ada JPO. Mereka menyampaikan diberi pagar sehingga bisa keluar ke kanan atau kiri dan bisa dipantau. Tapi saya bilang pagarnya jangan terlalu tinggi, dipikir nanti ada apa-apa atau rasa kekhawatiran, padahal tidak seperti itu," ujarnya.
Untuk meningkatkan keselamatan, Pemkot melalui Dinas Perhubungan juga telah memasang barrier beton di Jalan Basuki Rahmat agar pejalan kaki memanfaatkan JPO saat menyeberang. Menurut Eri, barrier beton dipilih karena lebih kokoh dibandingkan pembatas plastik yang mudah bergeser dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Ia mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas umum yang telah disediakan demi keselamatan bersama. "Makanya kalau dilihat dahulu (barrier plastik) itu kan miring-miring nggak karuan. Maka ayo saling menjaga Surabaya dan saya berharap dijaga lah, kalau ada tanda larangan parkir jangan parkir (sembarangan), kalau sudah ditutup barrier jangan belok memotong jalan, agar apa? Nggak ada kecelakaan," katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....