UPPKA Kenjeran Unjuk Produk, Wali Kota Eri Apresiasi Pendampingan UPN Veteran Jawa

  • 28 Agt 2026 07:36 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • 10 kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor Kecamatan Kenjeran memamerkan produk hasil pendampingan.
  • Pendampingan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur bersama Pemerintah Kota Surabaya telah berjalan selama 10 tahun.
  • Program diarahkan untuk memperkuat usaha, pendapatan, dan kemandirian ekonomi keluarga.

RRI.CO.ID, Surabaya - Sebanyak 10 kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor Kecamatan Kenjeran memamerkan produk di Graha YKP Surabaya. Gelar produk tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33, Kamis, 27 Agustus 2026.

Kegiatan sekaligus menandai 10 tahun kolaborasi Pemerintah Kota Surabaya dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur.

Kolaborasi tersebut berupa pendampingan kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengapresiasi konsistensi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur selama satu dekade.

“Saya menyampaikan terima kasih banyak kepada Prof Martha dan tim pendamping dari UPN karena sudah 10 tahun kita bergandengan tangan,” kata Eri.

Menurutnya, sinergi pemerintah daerah dan perguruan tinggi harus terus dijaga karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Semoga sinergi ini tidak pernah berhenti, karena sinergi untuk kebaikan jangan pernah berhenti di muka bumi ini, khususnya di Kota Surabaya,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Dra. Ignatia Martha Hendrati, M.E. mengatakan, pendampingan selama 10 tahun menunjukkan perkembangan signifikan para pelaku usaha.

“Sepuluh tahun bukan perjalanan yang singkat. Selama itu kami bertemu dengan keluarga-keluarga hebat dan pelaku usaha yang tidak pernah berhenti belajar,” kata Martha.

Ia mengatakan, sejumlah peserta yang awalnya menjalankan usaha sederhana dengan modal terbatas kini mampu menjadikannya sebagai sumber penghasilan keluarga. Perkembangan juga terlihat dari meningkatnya kepercayaan diri peserta dalam menawarkan produk dan mengikuti berbagai pameran.

Tahun ini, pendampingan difokuskan kepada 10 kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor di Kecamatan Kenjeran. Peserta mendapatkan pembekalan pengelolaan usaha, termasuk materi manajemen ritel agar usaha dapat dikelola dan dikembangkan secara lebih baik.

Pendampingan juga mencakup penguatan keluarga, seperti pengasuhan anak, pengelolaan usaha, dan peningkatan pendapatan keluarga. Peserta bahkan mendapat kesempatan belajar selama satu hari di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur untuk memperluas wawasan dan motivasi.

“Kami melakukan pendampingan kepada mereka mulai dari bagaimana memperoleh penghasilan, bagaimana usaha bisa membantu meningkatkan penghasilan keluarga, hingga bagaimana usaha itu terus berkembang,” katanya.

Martha berharap para peserta tidak berhenti sebagai penerima pendampingan, tetapi mampu menjadi penggerak ekonomi di lingkungan masing-masing.

“Kami berharap para peserta tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga menjadi penggerak perekonomian dan membagikan pengetahuan yang sudah diperoleh,” ujarnya.

Gelar produk di Graha YKP menjadi ruang bagi kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor untuk menunjukkan perkembangan usaha setelah pembinaan. Kolaborasi Pemerintah Kota Surabaya dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur diharapkan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak keluarga di Surabaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....