Hotline Lapor Cak Eri Catat 13.091 Aduan, 99 Persen Tertangani

  • 03 Agt 2026 17:00 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima 13.091 pengaduan masyarakat melalui Hotline Lapor Cak Eri sejak diluncurkan pada 11 Mei hingga 31 Juli 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.058 laporan telah dituntaskan, sementara 33 lainnya masih dalam proses penanganan.

Tingginya partisipasi warga menjadi sumber informasi bagi Pemkot untuk memetakan persoalan, mengevaluasi pelayanan, sekaligus menentukan prioritas penanganan di berbagai sektor. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, Eddy Christijanto, mengatakan banyaknya laporan tidak menunjukkan penurunan kualitas pelayanan.

Menurutnya, kondisi tersebut justru menandakan masyarakat semakin aktif memanfaatkan kanal pengaduan. “Semakin banyak masyarakat menyampaikan laporan, semakin banyak pula persoalan riil yang bisa dipetakan. Data inilah yang menjadi dasar pemerintah menentukan kebijakan dan prioritas pelayanan,” ujar Eddy, Senin, 3 Agustus 2026.

Eddy menjelaskan, Hotline Lapor Cak Eri dibentuk untuk mempermudah masyarakat menyampaikan persoalan secara langsung kepada Pemkot Surabaya. Setiap laporan ditargetkan mendapat respons maksimal dalam waktu 1 x 24 jam.

“Standar tersebut diterapkan kepada seluruh perangkat daerah, kecamatan, hingga kelurahan agar setiap pengaduan dapat segera direspons dan ditindaklanjuti secara cepat serta terkoordinasi,” katanya.

Ia mengimbau warga melengkapi laporan dengan lokasi kejadian dan dokumentasi pendukung. Informasi tersebut dinilai mempercepat proses verifikasi serta penanganan di lapangan.

“Kami berharap warga menyampaikan laporan dengan informasi yang lengkap, terutama lokasi dan dokumentasi pendukung. Ini akan sangat membantu petugas di lapangan untuk segera mengetahui persoalan, menentukan langkah penanganan, dan memberikan solusi yang tepat,” ujarnya.

Berdasarkan data hingga 31 Juli 2026, pengaduan terbanyak berkaitan dengan parkir sebanyak 2.187 laporan. Disusul lalu lintas dan pedagang kaki lima (PKL) sebanyak 1.207 laporan, pendidikan 1.003 laporan, serta sosial kemasyarakatan 960 laporan.

Perangkat daerah dengan penanganan laporan terbanyak adalah Dinas Perhubungan (Dishub) sebanyak 3.079 laporan. Berikutnya Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) 1.771 laporan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) 850 laporan, dan Dinas Pendidikan (Dispendik) 847 laporan.

Selain Hotline Lapor Cak Eri, Pemkot juga memantau pengaduan melalui aplikasi Wargaku. Selama periode 6 Mei hingga 31 Juli 2026 tercatat 1.563 pengaduan, dengan mayoritas terkait jalan rusak, pemangkasan pohon, dan penerangan jalan umum.

Eddy menegaskan, seluruh data pengaduan tidak hanya digunakan untuk menyelesaikan laporan per kasus, tetapi juga menjadi bahan evaluasi guna mengetahui persoalan yang paling banyak dihadapi masyarakat. “Data dari berbagai kanal pengaduan tidak hanya digunakan untuk menyelesaikan laporan satu per satu. Lebih dari itu, data tersebut menjadi bahan evaluasi untuk melihat persoalan yang paling banyak dihadapi masyarakat sekaligus menentukan fokus penanganan masing-masing perangkat daerah,” ujarnya.

Ia mencontohkan, tingginya laporan parkir menjadi dasar Pemkot memperkuat penataan sektor tersebut dengan melibatkan Dishub, kecamatan, kelurahan, dan perangkat daerah terkait. “Evaluasi penyelenggaraan parkir kami lakukan setiap hari. Dasarnya bukan asumsi, tetapi data pengaduan yang disampaikan masyarakat melalui berbagai kanal,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....