Pemkot Surabaya Pastikan Anak dalam Video Viral Berada dalam Pengasuhan Baik

  • 31 Jul 2026 18:14 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat menindaklanjuti video viral di media sosial yang menuding seorang anak berusia lima tahun menjadi korban penelantaran dan eksploitasi oleh ayah kandungnya. Hasil klarifikasi bersama kepolisian hingga kini belum menemukan bukti yang menguatkan tuduhan tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan kondisi anak sekaligus menelusuri informasi yang beredar.

"Tadi malam kami klarifikasi dengan teman-teman Polres terkait berita bahwa ada anak yang dieksploitasi oleh bapaknya untuk mengemis, untuk mengamen," kata Ida saat mengunjungi rumah anak tersebut di kawasan Dinoyo, Jumat, 31 Juli 2026.

Selain berkoordinasi dengan kepolisian, DP3A-PPKB juga menemui langsung ayah dan anak tersebut. Dari hasil kunjungan, anak dipastikan berada dalam kondisi sehat dan mendapatkan pengasuhan yang baik.

"Alhamdulillah kami sudah ketemu dengan anaknya dan anaknya dalam kondisi baik-baik saja dalam pengasuhan bapaknya," ujarnya.

Pemkot Surabaya juga meminta keterangan dari ibu kandung yang sebelumnya menyampaikan dugaan eksploitasi terhadap anaknya. Namun hingga kini, bukti yang mendukung tuduhan tersebut belum dapat ditunjukkan.

"Sampai saat ini kami belum mendapatkan bukti itu. Termasuk teman-teman Polres tadi malam juga menunggu bukti dari yang disampaikan ibunya," jelas Ida.

Berdasarkan hasil penelusuran sementara, DP3A-PPKB belum menemukan fakta yang membenarkan informasi yang beredar di media sosial. Pihaknya juga memastikan anak tetap bersekolah dan diantar langsung oleh ayahnya.

"Untuk sementara kami melihat bapaknya sudah melakukan pengasuhan dengan baik. Tadi pagi kami cek ke sekolahnya juga anaknya sekolah dan diantar oleh bapaknya," katanya.

Ida menambahkan, kondisi psikologis anak juga dalam keadaan baik. Selama proses pendampingan, anak terlihat aktif bermain, mudah berkomunikasi, dan tidak menunjukkan tanda-tanda trauma.

Kasus ini mencuat setelah ibu kandung anak mengaku tengah berupaya mendapatkan kembali hak pengasuhan putrinya yang disebut dibawa mantan suaminya sejak Maret 2026. Ia kemudian menyampaikan dugaan bahwa anak dieksploitasi untuk mengemis maupun mengamen.

Menanggapi tuduhan tersebut, ayah anak, Sunardi, membantah seluruh informasi yang beredar. Menurutnya, ia tetap memenuhi kebutuhan putrinya, mulai dari pendidikan hingga kebutuhan sehari-hari.

"Saya memberikan A pendidikan yang baik, memberi nafkah yang baik, memberi makan selayaknya seorang ayah kepada anak. Apa yang diceritakan di luar itu semua tidak benar. Itu semua fitnah," tegas Sunardi.

Kakak kandung Sunardi, Hariyanto, juga membantah tuduhan tersebut. Ia mengatakan A selama ini diasuh dengan baik, kebutuhan hariannya tercukupi, dan keluarga besar turut membantu merawat anak tersebut.

Sementara itu, kakak kandung Sunardi lainnya, Iramawati, menjelaskan keberadaan A di Pasar Keputran sebagaimana terlihat dalam video viral hanya untuk menemani tantenya berjualan sambil bermain. Menurutnya, tuduhan bahwa anak tersebut ditelantarkan atau diajak mengemis tidak benar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....