LaNyalla Dorong Skema 4P Perkuat Industri Maritim Nasional

  • 30 Jul 2026 07:19 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Anggota DPD RI dapil Jawa Timur AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengunjungi PT PAL Indonesia saat masa reses. Kunjungan berlangsung di fasilitas PT PAL Indonesia, Surabaya, Selasa, 28 Juli 2026.

LaNyalla menilai PT PAL berperan penting memperkuat kemandirian industri pertahanan maritim nasional. Ia meminta pemerintah membangun ekosistem industri kapal yang berdampak bagi masyarakat lokal.

"PT PAL Indonesia adalah ujung tombak kedaulatan maritim kita," kata LaNyalla, dalam rilis yang diterima redaksi pada Rabu, 29 Juli 2026. Ia menilai pembangunan maritim harus menerapkan prinsip pembangunan inklusif.

"Kita harus beralih pada prinsip pembangunan inklusif," ujarnya. Menurutnya, masyarakat harus menikmati manfaat pembangunan industri maritim nasional.

LaNyalla menyatakan akan menyampaikan hasil kunjungan kepada Presiden dan kementerian terkait. Ia menyoroti perlunya kebijakan yang memperkuat industri galangan kapal nasional.

Ia meminta pemerintah memprioritaskan produk dalam negeri untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan. Kebijakan itu diharapkan memperkuat Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN.

LaNyalla juga menawarkan model Public-Private-People Partnership atau skema 4P. Skema itu mengintegrasikan pemerintah, BUMN, swasta, dan masyarakat dalam industri maritim.

"Kemitraan strategis tidak boleh hanya berhenti pada Public-Private Partnership," ujar LaNyalla. Menurutnya, masyarakat harus menjadi bagian pembangunan industri maritim nasional.

Ia mengatakan UMKM komponen kapal dan tenaga kerja daerah perlu terlibat aktif. Keterlibatan itu diharapkan menciptakan kemakmuran sekaligus keadilan sosial.

LaNyalla juga menyoroti pentingnya Penyertaan Modal Negara bagi PT PAL Indonesia. Dukungan itu dibutuhkan untuk modernisasi fasilitas dan proyek strategis nasional.

Menurutnya, proyek kapal selam dan frigat berteknologi tinggi membutuhkan dukungan berkelanjutan. Pemerintah juga diminta memperkuat daya saing industri galangan kapal nasional.

LaNyalla meminta pemerintah segera mengharmonisasi regulasi yang menghambat industri maritim. Ia menyoroti insentif fiskal dan perlindungan hukum bagi industri komponen domestik.

"Kita juga harus melindungi sumber daya manusia kita," kata LaNyalla. Ia meminta negara mendanai sinergi riset PT PAL dengan perguruan tinggi.

Dalam kunjungan itu, LaNyalla didampingi pengurus Kadin Jawa Timur dan staf ahli DPD RI. Manajemen PT PAL Indonesia turut mendampingi melalui jajaran direksi perusahaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....