Salimah Jatim Ingatkan Pentingnya Adab Makan dan Minum
- 30 Jul 2026 08:41 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Ketua Departemen Humas PW Salimah Jawa Timur, Ustazah Rachma Ayuningtyas mengajak masyarakat tidak hanya memperhatikan kehalalan dan ketayyiban makanan, tetapi juga menerapkan adab makan dan minum sesuai tuntunan Rasulullah SAW agar setiap rezeki yang dikonsumsi membawa keberkahan.
Dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Surabaya, Kamis 30 Juli 2026, Rachma Ayuningtyas atau yang akrab disapa Ustazah Yuyun mengatakan masyarakat umumnya telah memahami pentingnya memilih makanan yang halal dan thayyib. Menurutnya, thayyib berarti makanan yang baik, bergizi, serta mengandung zat yang bermanfaat bagi tubuh dan tidak membahayakan kesehatan.
"Kita semua sebenarnya sudah memahami bahwa dalam makan dan minum, yang pertama harus diperhatikan adalah kehalalan dan ketayyibannya. Thayyib berarti makanan yang mengandung zat-zat yang bermanfaat bagi tubuh serta menghindari bahan yang dapat merusak kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan, seperti pemanis buatan, gula berlebih, pengawet, pewarna, maupun bahan tambahan lainnya," kata Ustazah Yuyun.
Ia menjelaskan, prinsip tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 168 yang memerintahkan umat Islam mengonsumsi makanan yang halal dan baik (thayyib).
Namun, menurut Ustazah Yuyun, keberkahan makanan tidak hanya ditentukan oleh kandungan dan status kehalalannya. Islam juga mengajarkan adab makan dan minum yang perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.
"Selain memperhatikan makanan yang halal dan thayyib, kita juga perlu menjaga adab makan dan minum. Adab inilah yang menjadi penyempurna sehingga makanan yang kita konsumsi tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga membawa keberkahan," ujarnya.
Ia mengatakan, Rasulullah SAW mengajarkan sejumlah adab makan, di antaranya mengawali makan dengan membaca basmalah, menggunakan tangan kanan, mengambil makanan yang berada di hadapan, tidak makan sambil bersandar, tidak mencela makanan yang tidak disukai, dan makan bersama. Selain itu tidak membiarkan makanan yang jatuh apabila masih layak dikonsumsi, menjilati jari sebelum mencuci tangan, mendoakan orang yang menyajikan makanan, serta mengakhiri makan dengan memuji Allah SWT.
Menurutnya, adab tersebut didasarkan pada ajaran Rasulullah SAW dalam berbagai hadis sahih. Di antaranya hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang menganjurkan membaca basmalah, makan dengan tangan kanan, dan mengambil makanan yang berada di hadapan. Rasulullah SAW juga tidak pernah mencela makanan yang tidak disukai serta menganjurkan makan bersama karena mengandung keberkahan.
"Hal-hal sederhana ini mungkin terlihat sepele, tetapi jika dilakukan secara konsisten akan menjadi kebiasaan baik dalam keluarga. Selain menjaga adab, kita juga belajar lebih bersyukur atas setiap nikmat yang Allah berikan," jelasnya.
Ustazah Yuyun berharap masyarakat dapat mulai membiasakan adab makan dan minum di lingkungan keluarga. Menurutnya, orang tua memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan tersebut kepada anak-anak agar tidak hanya tumbuh dengan pola makan yang sehat, tetapi juga memiliki akhlak yang baik sesuai tuntunan Islam.
"Kalau halal dan thayyib menjaga kesehatan tubuh kita, maka adab makan dan minum akan menghadirkan keberkahan dalam setiap rezeki yang Allah berikan. Semoga kebiasaan ini bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....