OMI Digelar Serentak, Jatim Catat 41.488 Peserta di 647 Lokasi

  • 08 Sep 2026 18:34 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Sidoarjo — Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat kabupaten/kota mulai digelar serentak di seluruh Indonesia, Senin, September 2026. Di Jawa Timur, sebanyak 41.488 peserta mengikuti kompetisi tersebut melalui 647 titik lokasi yang tersebar di 38 kabupaten/kota.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Sugiyo, mengatakan jumlah peserta dan titik lokasi di Jawa Timur menjadi yang terbanyak secara nasional. “Tahun ini, Jawa Timur menjadi provinsi dengan peserta terbanyak se-Indonesia, dengan jumlah 41.488 peserta. Mereka berkompetisi di 647 titik lokasi yang tersebar di 38 kabupaten/kota,” ujar Sugiyo, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 8 September 2026.

Menurut Sugiyo, besarnya jumlah peserta membuat kesiapan teknis menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan selama pelaksanaan. Ia meminta pengawas dan operator memastikan seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi sesuai ketentuan.

Pengawas juga diminta menjaga pelaksanaan kompetisi tetap jujur dan adil. Sugiyo mengingatkan agar peserta tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga menjunjung integritas selama mengikuti OMI.

“Ciptakan suasana yang tenang, nyaman, dan jujur bagi peserta. Ingatkan peserta bahwa juara yang sesungguhnya adalah mereka yang berkompetisi dengan jujur,” katanya.

Sementara itu, operator di setiap kabupaten/kota diminta memastikan kesiapan perangkat, akun peserta, dan jaringan internet. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi gangguan teknis selama pelaksanaan ujian berbasis komputer.

“Jika terjadi kendala login, soal tidak muncul, atau koneksi terputus, segera koordinasikan dengan Helpdesk Kanwil sesuai SOP yang telah dibagikan. Jangan panik, tetap tenang,” kata Sugiyo.

Ketua Tim Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim, Arini Nihayati, mengatakan pelaksanaan hari pertama OMI di Jawa Timur berjalan sesuai jadwal. Tidak ada kendala berarti yang mengganggu pelaksanaan kompetisi.

“Alhamdulillah, pelaksanaan hari pertama berjalan lancar tanpa hambatan, baik dari sisi jaringan maupun peserta. Seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” ujar Arini.

OMI tingkat kabupaten/kota berlangsung selama tiga hari. Hari pertama, Senin (7/9), diikuti peserta jenjang Madrasah Aliyah (MA). Selanjutnya, peserta jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) mengikuti kompetisi pada Selasa (8/9), sedangkan jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada Rabu (9/9).

Kompetisi menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Peserta yang meraih hasil terbaik pada tingkat kabupaten/kota akan menjadi wakil daerah untuk mengikuti OMI tingkat Provinsi Jawa Timur. OMI merupakan ajang yang menggabungkan kompetisi sains dan penelitian yang sebelumnya berlangsung melalui Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES).

Melalui pelaksanaan OMI, peserta didik madrasah berkompetisi dalam bidang yang sesuai dengan jenjang masing-masing. Hasil kompetisi tingkat kabupaten/kota selanjutnya menjadi bagian dari proses seleksi peserta yang akan melaju ke tingkat provinsi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....