Pendapatan Parkir Jalan Tanjung Anom Surabaya Naik Jadi Rp2,6 Juta
- 29 Jul 2026 16:27 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Pendapatan parkir di Jalan Tanjung Anom Surabaya meningkat menjadi Rp2,6 juta dalam satu malam setelah penerapan pembayaran non-tunai. Sebelumnya, setoran parkir pada Sabtu malam rata-rata hanya sekitar Rp600 ribu.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan kenaikan tersebut diketahui setelah evaluasi pengelolaan parkir oleh Pemkot Surabaya. Evaluasi dilakukan usai inspeksi di kawasan Manyar, Dharmahusada, dan Dharmawangsa pekan lalu.
"Yang membuat saya semakin terkejut adalah hasilnya. Biasanya setoran parkir pada Sabtu malam atau malam Minggu hanya sekitar Rp600 ribu. Namun kali ini setoran mencapai Rp2,6 juta dalam satu malam," kata Eri, Rabu, 29 Juli 2026.
Saat inspeksi, Eri masih menemukan juru parkir yang menerima pembayaran secara tunai. Juru parkir beralasan belum memperoleh rompi karena masih berada di kantor.
"Di depan mata saya sendiri, saya melihat pembayaran parkir masih dilakukan secara tunai. Saya tanya kenapa masih tunai. Dia menjawab bahwa dirinya belum mendapatkan rompi karena masih ada di kantor," ujarnya.
Temuan itu langsung ditindaklanjuti dengan memanggil jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya. Eri meminta seluruh persoalan segera dibenahi, termasuk kelengkapan atribut dan penerapan pembayaran non-tunai.
"Saya kemudian memanggil Kepala Dinas Perhubungan beserta kepala bidangnya. Di lokasi saya perintahkan agar mereka bertindak tegas. Kalau ada anak buah yang bermain-main atau melakukan penyimpangan, segera dibenahi. Kalau terbukti melakukan pungutan liar, pecat," tegasnya.
Eri juga memerintahkan evaluasi seluruh personel Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir. Personel lama dipindahkan ke Satpol PP dan digantikan petugas baru.
Sehari setelah evaluasi, Eri kembali meninjau sejumlah lokasi parkir. Ia mendapati trotoar tidak lagi digunakan sebagai lokasi parkir dan pembayaran non-tunai mulai diterapkan.
| Baca juga: KBS Respons Aduan Kemacetan Libur Sekolah |
"Saya sangat senang. Sebab seluruh area parkir di depan kafe-kafe tidak ada yang menggunakan trotoar. Masyarakat bisa berjalan dengan nyaman. Menurut saya, seperti itulah warga Surabaya," ujarnya.
Di Jalan Tanjung Anom, juru parkir tetap diberdayakan dengan pengawasan petugas Dishub. Seluruh transaksi dipastikan menggunakan sistem pembayaran non-tunai.
Keberhasilan itu akan diterapkan di seluruh titik parkir Surabaya. Dishub diminta menangani langsung lokasi parkir selama satu pekan untuk memetakan potensi pendapatan.
"Dishub harus menangani langsung seluruh titik parkir, tetapi juru parkir tetap diberdayakan di lokasi. Dengan cara itu potensi setiap titik parkir bisa diketahui, mulai dari Jalan Blauran, Embong Malang, Manyar, Dharmahusada, Dharmawangsa hingga lokasi-lokasi lainnya," tuturnya.
Eri mengajak masyarakat membayar parkir secara non-tunai dan melaporkan pelanggaran yang ditemukan. Menurutnya, sistem tersebut menjadi upaya mewujudkan pengelolaan parkir yang transparan dan akuntabel.
"Sebab sistem non-tunai ini saya jalankan sebagai amanah dari warga Surabaya dan sesuai dengan keinginan masyarakat. Karena itu saya mengajak seluruh warga Surabaya untuk membantu saya dengan membayar parkir secara non-tunai," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....