Ustad Hefzi Jelaskan Ciri Penghuni Surga dan Neraka

  • 29 Jul 2026 06:24 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kehidupan di dunia merupakan tempat manusia menjalani ujian sebelum memasuki kehidupan akhirat. Karena itu, setiap muslim diharapkan memanfaatkan kehidupan di dunia sebagai bekal untuk meraih surga.

Hal itu disampaikan Ustad Hefzi Mudir Pesantren Persis Bangil, Pasuruan, dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Surabaya, Rabu 29 Jui 2027.

Menurut Ustad Hefzi, Allah SWT telah memberikan gambaran mengenai surga dan neraka melalui Al-Qur'an dan hadis sebagai pedoman bagi manusia dalam menentukan jalan hidup.

"Kehidupan di dunia ini adalah jembatan atau tempat kita diuji. Hasil akhirnya tentu kehidupan akhirat, dan sebagai orang beriman kita semua berharap menjadi penghuni surga," ujar Ustad Hefzi.

Ia menjelaskan, Allah mengutus para rasul untuk membawa kabar gembira tentang surga sekaligus memberikan peringatan mengenai adanya neraka. Penjelasan tersebut juga ditegaskan dalam QS. Al-Mulk ayat 2 tentang kehidupan sebagai ujian bagi manusia.

Menurutnya, karena surga dan neraka merupakan perkara gaib, umat Islam perlu berpedoman pada Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah SAW.

"Sebagai orang yang menggunakan potensi akal dan keimanan, tentu kita memilih surga. Tetapi, karena ini perkara gaib, kita harus mendengarkan penjelasan Rasulullah SAW mengenai siapa yang menjadi penghuni surga dan siapa yang menjadi penghuni neraka," katanya.

Dalam tausiyahnya, Ustad Hefzi juga mengutip hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim tentang dialog antara surga dan neraka. Dalam hadis tersebut, neraka menyebut mayoritas penghuninya adalah orang-orang yang kasar, sewenang-wenang, dan sombong. Sementara surga menyampaikan mayoritas penghuninya adalah orang-orang yang lemah dan miskin. Allah SWT kemudian berfirman bahwa surga merupakan rahmat-Nya, sedangkan neraka menjadi azab-Nya.

Dari hadis tersebut, Ustad Hefzi mengatakan bahwa sifat seseorang menjadi cerminan jalan hidup yang dipilihnya.

"Ciri penghuni surga adalah tawaduk, rendah hati, lemah lembut, dan tidak sombong. Sebaliknya, penghuni neraka digambarkan memiliki sifat kasar, rakus, pelit, dan sombong. Karena itu, kita harus terus berusaha memperbaiki akhlak agar termasuk penghuni surga," ucapnya.

Ia mengajak umat Islam menjadikan kehidupan di dunia sebagai kesempatan memperbanyak amal saleh dan membangun akhlak mulia sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....