Menuju Kehidupan Hayatan Thayyibah dengan Memperkuat Syukur dan Keimanan
- 24 Mei 2026 08:30 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya : Kehidupan yang penuh ketenangan, keberkahan, dan kebahagiaan atau yang dikenal dengan istilah hayatan thayyibah menjadi dambaan setiap umat muslim. Dalam tausiah yang disampaikan oleh Ustaz M. Budiyanto, dalam program Mutiara Pagi, Minggu, 24 Mei 2026, mengajak umat mukmin untuk terus memperbaiki diri dengan memperkuat rasa syukur, meningkatkan keimanan, serta menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat.
Ustaz M. Budiyanto, yang merupakan Wakil Ketua DPD BKPRMI Sidoarjo, Ketua Korwil Tilawati Sidoarjo sekaligus Wakil Sekretaris PC JQH NU Sidoarjo ini menyampaikan bahwa menuju kehidupan hayatan thayyibah membutuhkan kesungguhan dalam menjalani kehidupan sebagai seorang mukmin.
Menurutnya seorang mukmin tidak hanya berfokus mengejar urusan dunia semata, tetapi juga harus mempersiapkan kehidupan akhirat. “Menuju kehidupan hayatan thayyibah, banyak hal yang perlu dilakukan, termasuk menjadi salah satu umat mukmin yang tidak hanya mengejar dunia tetapi juga akhirat,” ujarnya dalam tausiah.
| Baca juga: PT PAL Garap Proyek Gas Mako di Laut Natuna |
Ustaz Budiyanto juga menekankan pentingnya rasa syukur dalam menjalani kehidupan. Rasa syukur, menurutnya, merupakan salah satu ciri utama seorang mukmin yang menerima segala ketetapan Allah SWT dengan penuh keikhlasan.
“Kita harus menjadi umat yang bersyukur terhadap apa yang kita terima. Ketika kita tidak bersyukur, itu adalah tanda di mana seorang mukmin tidak menerima apa yang didapatkan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Ustaz Budiyanto menerangkan bahwa salah satu tanda kurangnya rasa syukur adalah kebiasaan mengeluh secara terus-menerus terhadap ujian hidup maupun ketetapan yang telah ditakdirkan Allah SWT. “Tanda orang tidak bersyukur itu adalah banyak mengeluh terus menerus dengan ujian atau bahkan ketetapan yang sudah ditakdirkan oleh Allah kepada umat mukmin tersebut,” katanya.
Menurut Ustaz Budiyanto, sikap tidak bersyukur dapat memberikan dampak negatif dalam kehidupan, termasuk terhadap keberkahan rezeki dan kondisi hati seseorang. “Hal tersebut akan berpengaruh terhadap rezeki yang didapatkan, kemudian juga menjadikan hati kurang bersyukur,” ucapnya.
Selain itu, beliau mengajak umat muslim untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah, dzikir, dan memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari. “Dengan cara mendekatkan diri kepada Allah, akan membuat kita lebih mempertebal iman dan juga akhlak kita, serta memperbaiki diri kita,” ujarnya.
Melalui tausiah tersebut, Ustad M. Budiyanto berharap umat muslim dapat terus meningkatkan kualitas keimanan dan menjadikan rasa syukur sebagai landasan utama dalam menjalani kehidupan. Dengan hati yang penuh syukur, keimanan yang kuat, serta kedekatan kepada Allah SWT, kehidupan hayatan thayyibah diharapkan dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....