Idul Adha Momentum Raih Ketakwaan
- 20 Mei 2026 06:13 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Surabaya menghadirkan tausiyah bertema MBG (Mari Berkurban Guys) bersama Ustadz Hefzi, Mudir Pesantren Persis Bangil Pasuruan, Rabu, 20 Mei 2026.
Dalam tausiyahnya, Ustad Hefzi mengajak umat Islam menyambut Iduladha dengan rasa syukur dan kebahagiaan. Menurutnya, momentum kurban merupakan syariat yang diajarkan Rasulullah SAW sekaligus kesempatan bagi umat Islam untuk berlomba dalam kebaikan.
Ustad Hefzi menjelaskan, hukum kurban adalah sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu. Karena itu, ketika Allah SWT memberikan kelapangan rezeki, umat Islam dianjurkan untuk tidak menunda ibadah kurban.
“Datangnya Iduladha tidak semua orang diberi kemampuan untuk menjalankannya. Maka kalau Allah beri kesempatan dan kemampuan, hendaklah berkurban tahun ini,” ujar Ustad Hefzi.
| Baca juga: An Nahl Benahi Pelaksanaan Kurban |
Ia menambahkan, dalam urusan dunia seseorang boleh mengalah demi kepentingan bersama. Namun dalam urusan akhirat, umat Islam justru diperintahkan untuk berlomba-lomba meraih amal saleh dan pahala.
Hal tersebut sesuai firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 148: “Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.” (QS. Al-Baqarah: 148)
Menurut Ustad Hefzi, yang dinilai Allah SWT dalam ibadah kurban bukanlah daging maupun darah hewannya, melainkan ketakwaan, keikhlasan, dan ketaatan umat-Nya.
Pernyataan itu sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Hajj ayat 37: “Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS. Al-Hajj: 37)
Dalam program MBG (Mari Berkurban Guys) tersebut, Ustadz Hefzi juga mengingatkan agar umat Islam tidak menunda kebaikan dalam urusan akhirat. Menurutnya, ketekunan, istiqamah, dan keikhlasan menjadi nilai utama yang dinilai Allah SWT.
Meski demikian, ia menegaskan masyarakat yang belum mampu berkurban tetap memiliki kesempatan mendapatkan pahala di momentum Iduladha melalui berbagai cara kebaikan.
“Kalau belum ditakdirkan berkurban tahun ini, jangan sampai tidak mendapat pahala di momen Iduladha,” katanya.
Ustad Hefzi menyebut sedikitnya ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk tetap meraih pahala Iduladha meski belum mampu berkurban. Pertama, menumbuhkan niat dan usaha agar dapat berkurban di tahun berikutnya. Kedua, mengajak keluarga, saudara, maupun orang lain untuk melaksanakan kurban. Ketiga, membantu atau mendukung pelaksanaan kurban, baik tenaga, materi, maupun fasilitas.
Menurutnya, setiap orang yang membantu dalam kebaikan akan mendapatkan bagian pahala dari amal tersebut.
Hal itu sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah An-Nisa ayat 85: “Barang siapa memberi pertolongan dengan pertolongan yang baik, niscaya dia akan memperoleh bagian pahala darinya.” (QS. An-Nisa: 85)
Selain mengajak umat Islam semangat berkurban, Ustadz Hefzi juga menekankan pentingnya menyebarkan ilmu dan mengajak orang lain kepada kebaikan.
“Sebaik-baik manusia adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya,” ujar Ustad Hefzi mengutip hadis Rasulullah SAW riwayat Bukhari.
Ustad Hefzi berharap momentum Iduladha tahun ini dapat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus berlomba dalam kebaikan, baik melalui ibadah kurban maupun dengan mengajak dan membantu sesama meraih pahala di hari raya kurban.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....