Penyakit Hati Berasal dari Lemahnya Iman
- 28 Jul 2026 09:48 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Penyakit hati dalam Islam merupakan gangguan spiritual yang memengaruhi hati dan perasaan seorang muslim, bukan penyakit medis seperti gangguan liver atau sirosis. Hal tersebut menjadi pokok bahasan dalam program Siaran Cahaya Pagi, Selasa 28 Juli 2026, yang menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kementerian Agama Kota Surabaya, Ustazah Hasfah Handayani, S.Pd., M.Pd.
Menurut Ustazah Hasfah Handayani, penyakit hati berawal dari lemahnya keimanan serta ketidakmampuan seseorang menerima ketentuan Allah SWT. Kondisi tersebut dapat memengaruhi sikap, perilaku, hingga hubungan seseorang dengan Allah maupun sesama manusia.
"Penyakit hati adalah gangguan yang ada pada hati dan perasaan seorang muslim. Penyakit ini bukan penyakit medis, melainkan penyakit yang bersifat spiritual atau mental," ujar Ustazah Hasfah Handayani dalam siaran tersebut.
Ia menjelaskan, Al-Qur'an telah memberikan peringatan mengenai bahaya penyakit hati melalui Surah At-Taubah ayat 125. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa penyakit hati dapat menyeret seseorang semakin jauh dari petunjuk hingga berakhir dalam keadaan tidak beriman apabila tidak segera diperbaiki.
Lebih lanjut, Ustazah Hasfah menyebutkan terdapat sepuluh bentuk penyakit hati yang perlu diwaspadai umat Islam. Di antaranya adalah hasad atau iri dengki, sombong, riya', kikir, ujub, cinta dunia secara berlebihan, buruk sangka, sum'ah, taqtir atau sifat pelit, serta panjang angan-angan.
Ia menerangkan bahwa hasad menjadi salah satu penyakit hati yang paling berbahaya karena membuat seseorang tidak senang melihat kebahagiaan orang lain. Sifat tersebut dapat merusak hubungan sosial sekaligus mengikis pahala sebagaimana diperingatkan dalam hadis Rasulullah SAW.
Selain itu, riya' dan sombong juga sering kali muncul dalam kehidupan sehari-hari, meskipun keduanya memiliki perbedaan. "Riya' adalah melakukan amalan agar dilihat dan dipuji orang lain, sedangkan sombong adalah merasa diri lebih hebat dan lebih sempurna sehingga meremehkan orang lain serta menolak kebenaran," ujarnya.
Menurutnya, penyakit hati tidak boleh dianggap sepele karena dapat menghalangi seseorang memperoleh keberkahan hidup. Apabila dibiarkan, berbagai sifat tersebut akan melemahkan kualitas ibadah sekaligus merusak keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Untuk mengobati penyakit hati, umat Islam dianjurkan memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui berbagai amalan. Di antaranya membaca Al-Qur'an beserta artinya, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, memperbanyak dzikir, melaksanakan salat malam, berpuasa, serta memperbanyak rasa syukur.
"Ikhlas dalam setiap perbuatan, menjaga hubungan baik dengan sesama, dan rutin melakukan muhasabah diri juga menjadi bagian penting dalam membersihkan hati dari berbagai penyakit spiritual," kata Ustazah Hasfah Handayani.
Ia juga mengajak masyarakat membiasakan membaca doa-doa yang diajarkan dalam Al-Qur'an dan hadis agar dijauhkan dari sifat dengki, sombong, pelit, serta berbagai penyakit hati lainnya. Menurutnya, doa menjadi ikhtiar yang harus disertai dengan upaya memperbaiki perilaku dan meningkatkan kualitas ibadah.
Melalui Siaran Cahaya Pagi edisi Selasa, 28 Juli 2026, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan hati sebagai fondasi keimanan. Dengan hati yang bersih, seorang muslim diharapkan mampu menjalani kehidupan yang lebih damai, penuh syukur, serta senantiasa berada dalam petunjuk Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....