Komite Sekolah Dinilai Penting Jembatani Kepentingan Pendidikan
- 13 Agt 2026 05:36 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID,SURABAYA - Peran serta dalam dunia pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah sebagai pemangku kebijakan. Guru, siswa, orang tua, masyarakat, hingga Komite Sekolah memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan proses belajar mengajar. Hal tersebut menjadi perhatian para pendidik di Surabaya yang menyampaikan pandangannya melalui sambungan telepon dalam program Kabar Pendidikan Pro1 RRI Surabaya, Rabu 12 Agustus 2026.
Keberadaan Komite Sekolah menjadi salah satu bentuk keterlibatan masyarakat dalam lembaga pendidikan. Komite yang umumnya terdiri dari perwakilan wali murid diharapkan dapat menjadi mitra sekolah dalam berbagai kegiatan. Tidak hanya dalam persoalan administrasi, komite juga dapat dilibatkan dalam musyawarah terkait program dan kegiatan sekolah.
Dosen LP3I Surabaya, Drs. Dradjat Poespito, menilai peran Komite Sekolah saat ini lebih terlihat pada lembaga pendidikan negeri. Menurutnya, keberadaan komite di SDN, SMPN, SMAN, dan SMKN masih cukup aktif, sementara di sejumlah sekolah swasta perannya cenderung lebih pasif.
“Peran Komite Sekolah negeri adalah menjembatani antara wali murid dengan pihak sekolah, khususnya kegiatan sekolah yang eksternal,” ujar Dradjat Poespito. Ia mencontohkan kegiatan yang membutuhkan pembiayaan, seperti perjalanan atau tur siswa, yang perlu diketahui dan dimusyawarahkan bersama komite.
“Misal tour siswa, komite harus mengetahui,” katanya menegaskan. Menurut Dradjat, keterlibatan tersebut penting agar komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua berjalan terbuka, sekaligus memastikan setiap kegiatan yang melibatkan siswa mendapatkan dukungan dan pemahaman bersama.
Sementara itu, Dosen Bahasa Inggris dan Computer Science Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dr. Wijayadi, memandang Komite Sekolah memiliki fungsi yang lebih luas. Komite dapat menjadi jendela untuk melihat sejauh mana pendidikan di sekolah mampu mengikuti perkembangan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, khususnya pada jenjang SMK.
“Komite sekolah berperan sebagai komunikator antara kebijakan sekolah dan kepentingan siswa,” kata Wijayadi. Ia menambahkan, untuk SMA, proses pendidikan tetap perlu mengacu pada standar kurikulum nasional agar siswa memperoleh pembelajaran yang berkelanjutan sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Pandangan senada disampaikan pensiunan Guru Kewirausahaan SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya, Drs. Ec. Margiono, MM. Menurutnya, keberadaan komite dan seluruh unsur pendidikan harus diarahkan pada kerja nyata yang memberikan manfaat bagi siswa. “Yang dibutuhkan adalah kerja karya nyata,” ujarnya. Ia menilai seluruh proses pembelajaran pada akhirnya harus mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan memiliki kesiapan menghadapi kehidupan maupun dunia kerja.
Dengan demikian, Komite Sekolah diharapkan tidak sekadar hadir ketika sekolah membutuhkan musyawarah atau dukungan kegiatan. Perannya dapat dikembangkan sebagai mitra strategis sekolah dalam membangun komunikasi, mengawal kepentingan siswa, serta mendorong peningkatan mutu pendidikan. Kolaborasi antara sekolah, orang tua, komite, dan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk menciptakan proses pendidikan yang lebih terbuka, adaptif, dan berorientasi pada kualitas lulusan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....