Jangan Jadikan Kondisi Ekonomi Alasan Berhenti Bersedekah
- 23 Jul 2026 07:24 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Meningkatnya harga kebutuhan pokok, biaya hidup, hingga ketatnya persaingan kerja tidak boleh menjadi alasan bagi umat Islam untuk berhenti bersedekah dan berinfak. Di tengah tantangan ekonomi, kedua amalan tersebut justru menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus ikhtiar meraih keberkahan dari Allah SWT.
Pesan itu disampaikan Ketua Departemen Humas PW Salimah Jawa Timur, Ustazah Rachma Ayuningtyas, dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Surabaya bertema "Sedekah dan Infaq in This Economy", Kamis, 23 Juli 2026.
Perempuan yang akrab disapa Ustazah Yuyun itu menjelaskan, istilah "In This Economy" kerap digunakan untuk menggambarkan kondisi ekonomi saat ini yang ditandai dengan kenaikan harga kebutuhan pokok, inflasi, meningkatnya biaya hidup, serta sulitnya memperoleh pekerjaan.
"Sebagai muslim, kondisi tersebut jangan sampai menjadi alasan untuk berhenti bersedekah dan berinfak," kata Ustazah Yuyun.
Ia menjelaskan, sedekah tidak selalu berupa harta. Dalam Islam, sedekah mencakup setiap amal kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT, seperti tersenyum, berbagi ilmu, membantu sesama, hingga mengajak kepada kebaikan.
Menurutnya, hal itu sesuai dengan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim tentang berbagai bentuk amal sebagai sedekah. Sementara dalam hadis riwayat At-Tirmidzi disebutkan, "Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah."
Ustazah Yuyun juga mengisahkan hadis tentang para sahabat yang iri kepada mereka yang memiliki harta lebih banyak untuk bersedekah. Rasulullah SAW kemudian menjelaskan bahwa kesempatan bersedekah terbuka bagi setiap orang sesuai kemampuannya.
"Jangan berpikir sedekah hanya berupa uang atau hanya bisa dilakukan oleh orang kaya. Allah memberikan kesempatan kepada setiap hamba untuk bersedekah sesuai kemampuannya," ujarnya.
Selain sedekah, ia menjelaskan bahwa infak merupakan mengeluarkan sebagian harta di jalan Allah SWT. Allah telah menjanjikan balasan bagi orang-orang yang berinfak sebagaimana firman-Nya dalam Surah Saba ayat 39, bahwa setiap harta yang diinfakkan akan diganti dengan rezeki yang lebih baik.
Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak takut miskin karena bersedekah atau berinfak. Menurutnya, Surah Al-Baqarah ayat 268 menegaskan bahwa setan menakut-nakuti manusia dengan kemiskinan, sedangkan Allah SWT menjanjikan ampunan dan karunia bagi orang yang menginfakkan hartanya.
"Sedekah dan infak bukan hanya menjadi ibadah, tetapi juga jalan menghadirkan keberkahan hidup. Jangan menunggu kaya untuk berbagi, karena Allah menilai keikhlasan, bukan besarnya nominal yang diberikan," tuturnya.
Ia berharap masyarakat menjadikan sedekah dan infak sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari meski di tengah tekanan ekonomi. Menurutnya, kebiasaan berbagi akan memperkuat kepedulian sosial sekaligus menjadi ikhtiar memperoleh keberkahan rezeki dan kebahagiaan hidup.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....