Pemkab Sidoarjo Percepat Normalisasi Sungai

  • 14 Jul 2026 21:40 WIB
  •  Surabaya

‎‎RRI.CO.ID, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memanfaatkan musim kemarau untuk mempercepat normalisasi sungai dan pembersihan saluran afvoer sebagai langkah mitigasi banjir menjelang musim penghujan. Pengerukan sedimen, pembersihan sampah, hingga penataan vegetasi di sepanjang aliran sungai dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah.

‎Melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU Bina Marga dan SDA), Pemkab menerjunkan Satgas Alat Berat dan Satgas Afvoer ke berbagai titik yang mengalami pendangkalan maupun penyumbatan, normalisasi dilakukan di Saluran Kedunguling, Kelurahan Gebang, sementara pembersihan saluran juga menyasar Porong Kanal, Mangetan Kanal, serta sejumlah afvoer di Kecamatan Balongbendo, Prambon, Porong, Waru, Gedangan, Sukodono, Buduran, Taman, dan Jabon, Selasa 14 Juli 2026.

‎Kepala Bidang Pengairan Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo, Prayitno, mengatakan musim kemarau menjadi waktu paling efektif untuk mempercepat pekerjaan normalisasi karena debit air lebih rendah sehingga proses pengerukan dapat dilakukan secara maksimal.

‎"Normalisasi sungai di musim kemarau seperti ini sangat efektif karena debit air menurun yang memudahkan pengerukan sedimen dan pembersihan sampah," ujar Prayitno.

‎Ia menjelaskan, normalisasi di Saluran Kedunguling memiliki panjang sekitar empat kilometer dan diperkirakan berlangsung selama tiga bulan. Selain mengangkat sedimen dan sampah, petugas juga membersihkan tumbuhan liar yang menghambat aliran air serta memperkuat bibir sungai untuk meningkatkan kapasitas saluran saat musim hujan tiba.

‎Prayitno berharap seluruh pekerjaan dapat selesai tepat waktu sehingga sungai-sungai di Sidoarjo mampu menampung debit air hujan secara optimal. Namun, ia menegaskan keberhasilan pengendalian banjir juga bergantung pada partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

‎"Normalisasi sungai seperti ini merupakan upaya Pemkab Sidoarjo untuk mencegah banjir, namun persoalan banjir tidak akan pernah berakhir jika kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungannya dari sampah masih kurang," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....