Koperasi Harus Bertahan dan Tetap Relevan
- 11 Jul 2026 20:19 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Koperasi harus mampu bertahan, bertumbuh, dan tetap relevan di tengah perubahan zaman dengan terus beradaptasi terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai kebersamaan. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program Dialog Kita Indonesia Pro 4 RRI Surabaya, Jumat 10 Juli 2026, yang menghadirkan Ketua Pengurus Koperasi Konsumen Setia Bhakti Wanita (SBW) Jawa Timur, Dra. Chandra Fatmawati.
Dalam dialog tersebut, Chandra menjelaskan bahwa koperasi saat ini tidak lagi dapat dimaknai sekadar sebagai lembaga simpan pinjam, melainkan wadah bagi masyarakat yang memiliki kepentingan ekonomi yang sama untuk tumbuh bersama. Menurutnya, kekuatan koperasi terletak pada partisipasi aktif anggota dan kepercayaan yang dibangun secara berkelanjutan.
"Koperasi bukan sekadar tempat simpan pinjam uang, tetapi wadah orang-orang yang mempunyai kepentingan ekonomi yang sama dan ingin tumbuh secara bersama-sama," ujar Chandra Fatmawati.
| Baca juga: Lighthouse Parenting Dorong Kemandirian Anak |
Ia menuturkan, Koperasi Konsumen Setia Bhakti Wanita yang berdiri pada 30 Mei 1978 dengan modal awal Rp300 ribu dan 35 anggota mampu berkembang hingga memiliki lebih dari 10 ribu anggota perempuan di Jawa Timur. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari penerapan sistem tanggung renteng yang menanamkan nilai gotong royong, kedisiplinan, tanggung jawab, dan saling percaya di antara anggota.
"Kepercayaan adalah modal yang paling utama. Karena percaya, anggota mau berpartisipasi, dan dari partisipasi itulah koperasi bisa tumbuh," katanya.
Menghadapi era digital, Chandra menegaskan bahwa koperasi tidak boleh menolak perubahan. SBW telah mengembangkan berbagai layanan digital, mulai dari aplikasi belanja daring bagi anggota hingga mekanisme pertemuan dan pembayaran yang dapat dilakukan secara virtual untuk memudahkan pelayanan.
"Digitalisasi tidak bisa kita hadapi dengan menolak. Justru kita harus ikut masuk dan beradaptasi agar koperasi tetap relevan dengan kebutuhan zaman," ungkapnya.
Selain mengembangkan teknologi, SBW juga memperkuat peran sosial melalui penyaluran dana pendidikan, beasiswa, bantuan sosial, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Menurut Chandra, koperasi yang sehat bukan hanya diukur dari besarnya aset, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan anggota dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
Menutup dialog, Chandra mengajak masyarakat untuk memandang koperasi sebagai gerakan ekonomi berbasis kebersamaan yang terus berkembang mengikuti zaman. Ia menegaskan, selama mampu menjaga kepercayaan, meningkatkan partisipasi anggota, dan beradaptasi dengan perubahan, koperasi akan tetap menjadi pilar ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....