MTI Soroti Lambatnya Respons Penyelamatan KMP Mutiara Sentosa

  • 03 Agt 2026 13:12 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Insiden kapal di Sumenep mendapat perhatian dari Ketua Dewan Pembina MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia), Bambang Haryo Soekartono. Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap peristiwa tersebut sekaligus menyoroti proses penanganan setelah kecelakaan terjadi.

Menurut Bambang Haryo, langkah awak kapal yang mengarahkan penumpang mengenakan jaket keselamatan sudah sesuai prosedur. Namun, ia menilai upaya penyelamatan setelah para korban berada di laut masih perlu ditingkatkan.

“Keprihatinan saya adalah tim penyelamat itu harusnya lebih cepat. Respond time di Filipina itu tidak boleh lebih dari 30 menit, jadi di sini juga harus begitu,” ujar Bambang, Senin 3 Agustus 2026.

Ia juga menyoroti belum dimaksimalkannya penggunaan sarana udara dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban. Padahal, menurutnya, helikopter dapat mempercepat proses evakuasi pada situasi darurat di laut.

“Helikopter belum jalan, padahal Basarnas punya helikopter. Jadi ini yang harusnya dimanfaatkan agar proses penyelamatan bisa lebih cepat,” katanya.

Bambang Haryo menjelaskan bahwa penggunaan jaket keselamatan dan sekoci memang dapat meningkatkan peluang bertahan hidup para penumpang. Meski demikian, tanpa respons penyelamatan yang cepat, korban tetap menghadapi risiko besar akibat hanyut, kehausan, dan kelaparan di tengah laut.

“Kalau penumpang sudah pakai jaket keselamatan dan naik life craft, tetapi mereka hilang ke mana-mana dan tidak segera diselamatkan, mereka bisa kelaparan, kehausan, dan akhirnya meninggal. Karena itu pertolongan harus cepat, tidak boleh terlambat, respond time harus lebih baik daripada sekarang,” tegasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....