Ustazah Sarwendah: Budaya Instan Jangan Lupakan Tanggung Jawab
- 11 Jul 2026 07:12 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya: Di tengah kemudahan teknologi dan gaya hidup serba instan, kecenderungan ingin memperoleh hasil secara cepat semakin mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Ustazah Sarwendah Ula Khusnia, dari Departemen Dakwah Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Malang sekaligus Guru Thursina Islamic International Boarding School (IIBS) Malang, menilai kondisi tersebut perlu diimbangi dengan kesadaran menjalankan tanggung jawab agar masyarakat tidak hanya menuntut hak, tetapi juga memahami kewajibannya.
Hal itu disampaikan Ustazah Sarwendah saat mengisi program Mutiara Pagi di RRI Pro 1 Surabaya, Sabtu 11 Juli 2026. Menurutnya, ajaran Islam mengajarkan keseimbangan antara hak dan kewajiban sebagai fondasi membangun pribadi maupun peradaban.
"Hari ini kita ingin meraih segala sesuatu dengan instan. Banyak orang menuntut hak, tetapi lupa akan kewajibannya. Padahal Islam tidak dibangun di atas peradaban yang hanya menuntut hak dan melupakan kewajibannya," ujarnya.
Menurut Ustazah Sarwendah, kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh tingkat kecerdasan masyarakatnya, tetapi juga oleh kesadaran setiap individu dalam menjalankan tanggung jawab.
"Sebuah bangsa dibangun bukan hanya dari kecerdasan penduduknya, tetapi juga dari tanggung jawabnya," katanya.
Ia menjelaskan, tanggung jawab dalam Islam bukan hanya berkaitan dengan profesi atau jabatan, melainkan amanah yang diberikan Allah SWT kepada setiap manusia. Sebagai landasan, ia merujuk Surah Al-Ahzab ayat 72 yang menjelaskan bahwa amanah pernah ditawarkan kepada langit, bumi, dan gunung, namun semuanya enggan memikulnya. Amanah tersebut kemudian diemban oleh manusia.
"Ayat ini menunjukkan betapa besarnya amanah yang Allah berikan kepada manusia. Allah memampukan manusia memikul amanah tersebut sehingga setiap orang akan dimintai pertanggungjawaban," ucapnya.
Menurutnya, amanah tidak hanya dimiliki oleh seseorang yang memegang jabatan besar. Setiap orang merupakan pemimpin sesuai dengan perannya masing-masing, baik sebagai orang tua, pelajar, guru, pekerja maupun pengurus organisasi.
| Baca juga: Merawat Cinta Kasih dalam Keluarga |
Ia mengutip hadis Rasulullah SAW riwayat Imam Bukhari dan Muslim yang menyebutkan bahwa setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.
"Sering kali amanah diartikan sebagai jabatan besar seperti presiden atau pejabat. Padahal seorang ibu, siswa, amil, maupun pekerja juga memiliki amanah yang harus dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Ustazah Sarwendah menegaskan, tanggung jawab terbesar seorang muslim adalah kepada Allah SWT. Ia merujuk Surah Az-Zariyat ayat 56 yang menegaskan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin adalah untuk beribadah kepada Allah.
Menurutnya, salat, puasa, zakat, menjaga lisan, serta berbagai amal saleh lainnya bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban sebagai bentuk tanggung jawab seorang hamba kepada Allah.
"Menjadi orang baik kepada sesama manusia saja belum cukup. Kita juga memiliki tanggung jawab kepada Allah. Salat, puasa, dan ibadah lainnya bukan pilihan, tetapi kewajiban yang harus dijalankan," tuturnya.
Selain tanggung jawab kepada Allah, ia juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab terhadap diri sendiri. Menurutnya, masih banyak orang yang berusaha memenuhi harapan orang lain, tetapi justru mengabaikan dirinya sendiri.
Ia mengatakan, menjaga diri dapat dilakukan dengan memperkuat keimanan, menjaga kesehatan melalui pola hidup yang baik, memelihara akhlak, memanfaatkan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat, serta menjaga pikiran dari hal-hal negatif.
"Menjaga diri berarti menjaga iman, menjaga kesehatan, menjaga akhlak, menjaga waktu, dan menjaga pikiran. Semua itu merupakan amanah yang Allah titipkan kepada kita," pungkasnya.
Melalui tausiyah tersebut, Ustazah Sarwendah mengajak masyarakat menjadikan tanggung jawab sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ketika setiap individu mampu menunaikan tanggung jawab kepada Allah, kepada sesama, dan kepada dirinya sendiri, hal itu akan menjadi fondasi lahirnya pribadi yang berintegritas sekaligus membangun peradaban yang lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....