Kasus Kriminalitas Didominasi Anak-Anak, Pengamat Sorot Fungsi Keluarga
- 09 Jul 2026 14:13 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Fenomena memperihatinkan terjadi di wilayah Jawa Timur usai pengungkapan kasus curanmor, curat dan curas (3C) oleh Polda Jawa Timur. Hasilnya, kasus kriminalitas didominasi kalangan anak-anak hingga anak di bawah usia 17 tahun.
Melihat fenomena tersebut, Refti Dini selaku Dosen Sosiologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melihat ada berbagai faktor yang menyebabkan anak-anak atau pasangan suami istri jadi aktor kasus kriminalitas. Antara lain faktor ekonomi, ikatan sosial yang melemah dalam keluarga dan lingkungan.
Pada anak-anak, kata Refti, sering ditemukan kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak dan komunikasi yang tidak berjalan baik. Selain itu, anak-anak terpengaruh teman sebaya atau lingkungan yang terbiasa melakukan perilaku menyimpang.
“Akhirnya, anak belajar bahwa tindakan kriminal merupakan sesuatu yang biasa atau bahkan dianggap sebagai jalan keluar dari masalah,”ujarnya, Kamis 9 Juli 2026.
Namun demikian, Refti menyoroti faktor yang paling mendalam dan patut menjadi perhatian adalah melemahnya fungsi dasar keluarga. Menurutnya, keluarga harusnya menjadi benteng pertama pencegahan tindakan kriminalitas.
Refti menuturkan, fungsi yang sering melemah Adalah komunikasi, pengawasan dan dukungan emosional. Ia melihat saat ini banyak yang tinggal serumah namun jarang memiliki percakapan yang berkualitas, sehingga masalah kecil yang menumpuk bisa menjadi konflik yang serius.
“Dari aspek pengawasan kurangnya kedekatan emosional sering dipicu oleh distraksi harian. Orang tua mungkin sibuk bekerja, sedangkan anak sibuk dengan media digital atau handphone-nya,” ujarnya.
Padahal, lanjut Refti, keluarga harusnya menjadi ruang aman untuk berdiskusi, saling mengingatkan dan mencari solusi bersama. Ketika fungsi tersebut tidak berjalan menyebabkan individu mencari penyelesaian di luar keluarga, termasuk melalui lingkungan yang memberikan pengaruh negatif.
Oleh karena itu, ia mengatakan, pencegahan harus dimulai dari keluarga melalui komunikasi yang membuat setiap anggota keluarga merasa aman untuk bercerita ketika sedang mengalami masalah. Orang tua juga perlu melakukan pengawasan dengan mengenal lingkungan pergaulan anak termasuk aktivitas di media sosial.
“Ketika keluarga mampu menjadi tempat mencari solusi, kemungkinan seseorang mencari jalan pintas melalui tindakan kriminal akan jauh lebih kecil,”ujarnya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....