Rumah Bertingkat Perlu Pintu Darurat, Pakar ITS Soroti Risiko Kebakaran
- 08 Jul 2026 21:25 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Pakar kebencanaan ITS Surabaya, Amien Widodo, menilai banyak rumah bertingkat, ruko, dan rukan di perkotaan belum siap menghadapi kondisi darurat kebakaran. Kondisi itu meningkatkan risiko korban jiwa ketika akses keluar terhalang api.
Amien menjelaskan, sebagian besar bangunan lebih dari dua lantai hanya memiliki satu pintu keluar. Selain itu, banyak bangunan berdiri berhimpitan sehingga menyulitkan proses evakuasi.
"Ketika kebakaran terjadi di satu-satunya pintu keluar, penghuni tidak bisa dan tidak berani menyelamatkan diri," ujarnya, Rabu, 8 Juli 2026. "Kalaupun dipasang teralis, harus tetap dirancang agar bisa dibuka saat keadaan darurat."
Menurutnya, pemerintah perlu menetapkan aturan yang mewajibkan setiap rumah tinggal, rumah toko, maupun rumah kantor memiliki pintu atau jendela darurat. Fasilitas tersebut harus tersedia di lantai dasar maupun lantai atas.
Ia menambahkan, banyak ruko dan rukan memiliki lantai dua yang tertutup teralis tanpa dilengkapi pintu maupun tangga darurat. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat penyelamatan ketika terjadi kebakaran.
Apabila api sudah membesar dan jalur evakuasi tidak lagi dapat digunakan, Amien menyarankan penghuni membangun kesepakatan dengan tetangga. Kesepakatan itu dapat berupa penyediaan akses darurat melalui bangunan di samping atau belakang.
Amien Widodo juga berharap warga bisa saling bekerjasama dalam proses penyelamatan dari bahaya kebakaran. "Kerja sama dengan tetangga bisa menjadi alternatif penyelamatan ketika seluruh akses utama sudah tertutup api," ujarnya.
Amien juga mendorong kewajiban penyediaan pintu, jendela, dan tangga darurat pada bangunan lebih dari dua lantai dimasukkan dalam persyaratan perizinan pembangunan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk membangun budaya keselamatan dan mengurangi risiko korban saat kebakaran terjadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....