Ngobras Angkat Kisah Inspiratif Persona 2026 untuk Nusantara
- 27 Jun 2026 03:26 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Program siaran Ngobras yang disiarkan Pro 1 RRI Surabaya pada Jumat 26 Juni 2026, menghadirkan komunitas anak muda yang peduli terhadap kondisi sosial masyarakat, yakni Persona 2026: Aksi untuk Nusantara. Dialog yang dipandu Joe Adi Yuanda itu menghadirkan Project Leader Jabar dan Vice Project Leader Retaf. Suasana berlangsung interaktif dengan banyak pendengar yang memberikan apresiasi terhadap aksi sosial yang dijalankan kelompok mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) tersebut.
Dalam dialog tersebut, Jabar menjelaskan bahwa Persona 2026 lahir dari kegelisahan sejumlah mahasiswa terhadap berbagai persoalan sosial yang masih ditemui di tengah masyarakat. Berangkat dari keresahan itu, mereka kemudian berinisiatif membentuk sebuah proyek sosial yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga menghadirkan pendampingan yang berdampak bagi masa depan penerima manfaat.
"Kami berangkat dari kegelisahan melihat kondisi sosial di sekitar. Dari situ muncul keinginan untuk membuat aksi nyata yang mampu memberikan dampak positif, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan pendampingan," ujar Jabar.
Berbekal berbagai referensi, masukan dari mentor, serta arahan dosen pembimbing, mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas di UNESA kemudian merancang program pengembangan diri bagi anak-anak di Panti Asuhan Nusantara Bhakti Wira Negara, Sukodono, Sidoarjo. Program tersebut mendapat dukungan pendanaan dari PT Japfa sehingga dapat direalisasikan secara lebih terukur dan berkelanjutan.
Jabar menjelaskan, fokus utama kegiatan bukan sekadar memberikan hiburan, melainkan membantu anak-anak mengenali potensi yang dimiliki melalui pendekatan psikologis yang disesuaikan dengan latar belakang keilmuan para mahasiswa. Salah satu metode yang digunakan adalah mengenali karakter anak melalui pemilihan hewan favorit sebagai pintu masuk untuk menggali potensi diri.
"Pendekatan psikologis menjadi cara kami membangun kedekatan dengan anak-anak. Dari proses sederhana seperti memilih hewan favorit, kami bisa mulai memetakan potensi dan karakter yang mereka miliki," kata Jabar.
Hasil pendampingan menunjukkan bahwa banyak anak panti memiliki bakat luar biasa yang sebelumnya belum tergali secara optimal. Beberapa di antaranya memiliki cita-cita dan kemampuan di bidang seni pedalangan, kewirausahaan, seni pertunjukan, hingga kemampuan berbicara di depan umum. Temuan tersebut menjadi dasar bagi tim Persona 2026 untuk menyusun program pembinaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.
Sementara itu, Retaf menjelaskan bahwa program pendampingan dirancang berlangsung selama dua bulan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Sosial. Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan mampu memastikan keberlanjutan pembinaan sekaligus menjadi wujud kehadiran pemerintah dalam memberikan perhatian kepada anak-anak panti asuhan.
"Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti pada program tahun ini saja. Kami juga menyusun modul pembelajaran agar nantinya bisa digunakan oleh komunitas lain yang ingin melakukan aksi sosial serupa," ucap Retaf.
Sebagai puncak kegiatan, pada akhir Juli mendatang akan digelar pertunjukan yang menampilkan berbagai potensi anak-anak panti, mulai dari menyanyi, story telling, pedalangan, hingga berbagai kreativitas lainnya. Melalui Persona 2026, para mahasiswa UNESA berharap aksi sosial yang mereka rintis dapat menginspirasi lebih banyak anak muda untuk terlibat dalam pemberdayaan masyarakat dan menghadirkan perubahan nyata bagi masa depan generasi bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....