Kisah Damar, antara Cita-Cita Masinis dan Belajar Dakwah
- 30 Agt 2026 14:55 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Program Obrolan Komunitas Pro 4 RRI Surabaya edisi Minggu, 30 Agustus 2026 kembali menghadirkan sosok inspiratif dari sudut Kota Pahlawan. Dalam siaran terbarunya, udara studio dipenuhi keceriaan dan inspirasi saat Damar, seorang santri cilik yang aktif dalam komunitas Da'i Cilik, hadir menjadi narasumber utama.
Didampingi sang ibu, Bunda Asti (Ning Asti), siswa yang kini duduk di kelas 4 Sekolah Dasar tersebut membagikan kisah uniknya dalam membagi waktu antara kegiatan sekolah, hobi anak-anak, hingga kiprahnya yang mulai memberanikan diri tampil berdakwah di hadapan publik.
Uniknya, saat ditanya mengenai cita-cita masa depannya, Damar secara jujur mengaku bahwa impian utamanya adalah menjadi seorang masinis. Kecintaannya pada moda transportasi kereta api dan keinginan untuk keliling kota menjadi alasan polos di balik impian tersebut, di samping ketarikannya pada kegiatan ekstrakurikuler Paskibra di sekolah.
"Aslinya kepinginnya jadi masinis. Tapi karena Ibu suka ngajak pengajian, ibu pengen saya menjadi da'i juga." Ujar Damar.
Meski memiliki cita-cita sebagai masinis, keberanian Damar naik ke atas panggung dakwah tidak lantas surut. Di usianya yang masih sangat belia, ia sudah memahami prinsip dasar seorang penceramah, seperti kewajiban untuk menyampaikan kebenaran, bersikap sopan, serta menjaga kejujuran agar pesan syiar yang disampaikan bernilai pahala.
Bunda Asti menceritakan bahwa potensi dan keberanian Damar untuk tampil di depan umum tidak muncul secara instan. "Ada jiwa percaya diri yang sudah tertanam pada diri Damar, jadi tugas saya sebagai orang tua adalah memberikan dorongan, pengarahan, serta latihan rutin di rumah." Ujar Asti.
Awal ketertarikan Damar pada dunia dakwah ber mula dari kebiasaannya mengiringi sang ibu menghadiri berbagai kegiatan pengajian. Berbeda dari anak-anak seusianya yang kerap berlarian saat acara berlangsung, Damar justru menunjukkan ketenangan dan menyimak penampilan para ustaz yang sedang ceramah.
Mengenai kekhawatiran akan terganggunya pendidikan formal, Bunda Asti memastikan bahwa jadwal latihan dan aktivitas dakwah Damar tidak mengganggu kegiatan akademiknya di sekolah reguler. Menurutnya, porsi waktu untuk pendidikan formal dan pengembangan minat bakat sejauh ini masih terbagi dengan sangat baik dan seimbang.
Penyiarpun mengapresiasi peran aktif orang tua seperti Bunda Asti yang konsisten memfasilitasi minat positif anak tanpa memaksakan kehendak. Kisah Damar menjadi teladan bahwa penanaman nilai agama dan keberanian tampil dapat dipupuk sejak dini melalui keteladanan dan dampingan yang hangat dari keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....