LPP RRI Surabaya menggelar Talkshow bertajuk Generasi Muda Lawan Narkoba

  • 25 Jun 2026 19:38 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya : Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Surabaya melalui channel Pro 4 96,8 FM menggelar Talkshow Budaya Pro 4 bertajuk Generasi Muda Lawan Narkoba di Galery Tri Prasetya RRI Surabaya pada hari ini Kamis 25 Juni 2026.

Acara tersebut juga mengundang Penyuluh Narkoba Ahli Pertama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya Novi Eva Afiana, S.I.Kom dan juga Wakil Sekertaris Pemuda Muhammadiyah Kota Surabaya Abraham Adimukti, dengan dipandu oleh Presenter RRI Surabaya Cahyane Febriangga.

Pada kesempatan tersebut Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNNK Surabaya Novi Eva menjelaskan tentang pentingnya peran anak muda untuk ikut serta mencegah peredaran narkoba di Surabaya. “Pemuda itu sebenarnya bisa dijadikan agen perubahan ya. Karena biasanya pemuda itu idenya cemerlang,” ujar Novi.

Novi menambahkan berdasarkan pengamatan Tim Asesmen Terpadu BNNK Surabaya, anak muda saat ini tidak lagi sebatas memakai narkoba, namun juga turut serta menjual dan mengedar-luaskan narkoba. “Para pemuda itu tidak hanya sebagai korban penyalahguna tapi juga pelaku, bahkan mereka jadi kurir,” ungkapnya.

Untuk itu sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) mampu menekan angka prevalensi penggunaan dan peredaran narkoba. “Sosialisasi informasi P4GN melalui RRI ini kami berharapnya teman-teman di Surabaya khususnya remaja, pemuda itu lebih paham terhadap penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Sementara Wakil Sekertaris Pemuda Muhammadiyah Kota Surabaya Abraham Adimukti menilai masih adanya kasus penyalahgunaan narkoba disebabkan oleh kurangnya persatuan di kalangan anak muda untuk melawan barang haram tersebut. “Bayangkan kalau pemuda ini bersatu, pasti selesai masalah narkoba ini,” ucap Abraham.

Menurut data yang berhasil dihimpun BNN, data prevalensi penyalahguna narkotika di Indonesia sepanjang tahun 2026mencapai 2,11% atau sekitar 4,15 juta jiwa penduduk usia 15–64 tahun. Wilayah Jawa Timur menempati peringkat ketiga nasional dengan total kasus yang ditangani mencapai ribuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....