70 Persen Pesantren Berisiko Bencana, Jatim Perkuat Pembentukan Pestana

  • 24 Jun 2026 20:48 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mendorong penguatan Pesantren Tangguh Bencana (Pestana). Menyusul lebih dari 70 persen Pesantren di Jatim memiliki risiko bencana.

Kepala Biro Kesra Pemprov Jawa Timur Agung Subagyo, Rabu 24 Juni 2026 menuturkan, Jatim memiliki 7.425 Pesantren yang tersebar di 38 Kabupaten Kota. Dan 6 ribu lebih diantaranya memiliki risiko kerawanan bencana yang cukup tinggi.

“Sehingga bagaimana kita memitigasi yang 6 ribu ini. Karena yang hidup di Pesantren yang komunal, kadang ada ribuan santri yang hidup didalamnya. Ketika ada bencana yang tidak kita prediksi, tentu penyelamatannya akan lebih sulit,” ujarnya.

Melalui Pestana ini, maka komunitas Pesantren tersebut, baik santri, pengasuh, maupun guru gurunya, memiliki bekal penyelamatan diri. Bentuk pelatihan yang diterima nantinya juga bergantung pada tipologi bencana.

“Ada tsunami, banjir, tanah longsor, puting beliung. Ini semua tergantung bagaimana tipologi bencana yang ada di sekitar Pesantren itu, kita edukasi melalui gladi, simulasi dan sosialisasi, sehingga santri santri kita siap selamat,” imbuhnya.

Pembentukan Pestana ini berkolaborasi dengan program SIAP SIAGA, yang mendukung upaya pengurangan risiko bencana. Manajer Program dan Kemitraan Program SIAP SIAGA Jatim, Mambaus Su'ud menuturkan, Pestana menjadi satu diantara komunitas sasaran.

“SIAP SIAGA juga turut dalam membantu memperkuat program ini, agar semua elemen, baik ituSekolah, Pesantren, Desa, dan semua elemen yang lain turut berkontribusi dalam ketangguhan masyarakat Jawa Timur,” katanya.

SIAP SIAGA masih memetakan daerah daerah yang memiliki Pesantren, dengan tingkat risiko bencana. Namun identifikasi menyebutkan, sekitar 70 persen Ponpes di Jatim berada di daerah risiko bencana.

“Hanya memang area area yang perlu kita intervensi dari SIAP SIAGA masih perlu kita petakan dan tentu saja itu harus mendapatkan rekomendasi dari BPBD selaku leading sektor untuk penanggulangan bencana,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....