Hadapi Bencana, Stok Darah Jatim Dipastikan Aman

  • 16 Sep 2026 20:01 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Ketersediaan stok darah di Jawa Timur dipastikan tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk saat terjadi bencana. Kondisi tersebut didukung kegiatan donor darah yang rutin dilakukan berbagai komunitas bersama Palang Merah Indonesia (PMI).

Ketua Forum Komunikasi Dermawan Darah (Fokuswanda) Jawa Timur, Herman Anggrek, mengatakan pihaknya terus mengantisipasi kebutuhan darah dalam berbagai kondisi. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga, institusi, dan komunitas.

“Selama ini, baik ada bencana maupun tidak ada bencana, Fokuswanda selalu aktif memberikan sumbangsih darah kepada Palang Merah Indonesia lewat kerja sama yang sudah berjalan dengan berbagai komunitas. Jadi ketika bencana pun terjadi, ketersediaan darah dipastikan cukup,” kata Herman, Rabu 16 September 2026.

Herman menyebut kebutuhan tambahan darah biasanya diantisipasi ketika stok PMI berpotensi menurun. Kondisi itu antara lain terjadi saat Ramadan, menjelang akhir tahun, dan libur Idulfitri ketika banyak masyarakat melakukan perjalanan mudik.

“Memang selama ini kami antisipasi di saat bulan Ramadan, menjelang akhir tahun, tahun baru, maupun keadaan di mana tingkat kebutuhan darah tinggi. Nah, di situ otomatis stok darah di PMI berkurang,” ujarnya.

Untuk menjaga ketersediaan stok, Fokuswanda meningkatkan kerja sama dengan berbagai lembaga dan organisasi keagamaan. Kegiatan donor juga dilakukan di sejumlah tempat ibadah, termasuk gereja dan vihara, terutama untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan saat Idulfitri.

“Kami berupaya untuk bisa mendapatkan darah yang sebanyak-banyaknya untuk stok. Jadi mereka yang tidak mudik seperti umat agama lain ikut mengadakan kegiatan donor, seperti di gereja, di vihara, dan lain-lain,” kata Herman.

Herman mengatakan stok darah juga dapat didistribusikan antarwilayah apabila suatu daerah mengalami kekurangan akibat bencana maupun kondisi medis tertentu. Pada 2025, pengadaan darah di Jawa Timur mencapai sekitar 1.231.000 kantong, sedangkan pemakaiannya sekitar 908.000 kantong.

“Artinya ada tersisa 325.000 kantong dan ini yang kami siap distribusikan. Apabila ada terjadi bencana maupun keadaan yang sangat membutuhkan darah, misalnya ada penyakit tertentu di sebuah daerah, darah ini dari Jatim kami distribusikan ke daerah tersebut,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....