Hati Adalah Pusat Kendali Kehidupan Manusia

  • 24 Jun 2026 07:29 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Hati memiliki peran sentral dalam menentukan baik dan buruknya perilaku seseorang. Karena itu, menjaga kebersihan hati menjadi hal penting agar kehidupan berjalan sesuai petunjuk Allah SWT. Hal tersebut disampaikan Sekretaris PW Persis Jawa Timur, Ustad Nur Adi Septanto, saat mengisi program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Surabaya, Rabu, 24 Juni 2026 dengan tema "Sebab Hancurnya Hati".

Menurut Ustad Adi, hati diibaratkan sebagai raja dalam tubuh manusia yang mengendalikan seluruh anggota badan. Apabila hati dalam keadaan baik, maka seluruh perilaku dan tindakan seseorang akan ikut menjadi baik.

"Hati itu ibarat raja dalam tubuh manusia. Jika hatinya baik dan kontrolnya bagus, maka akan memberikan pengaruh yang signifikan bagi seluruh tubuh seseorang. Sebaliknya, jika hati rusak, maka akan rusak pula seluruh perilaku dan kehidupannya, karena hati merupakan sentra atau pusat kendali dalam diri manusia," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW telah mengingatkan pentingnya menjaga hati sebagaimana sabda beliau: "Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati." (HR. Bukhari dan Muslim).

Ustad Adi mengatakan, salah satu penyebab utama rusaknya hati adalah dosa dan kemaksiatan yang dilakukan secara terus-menerus. Menurutnya, setiap perbuatan maksiat akan meninggalkan noda hitam pada hati manusia.

"Ketika seorang hamba meninggalkan kebaikan yang diperintahkan Allah atau melakukan kemaksiatan, akan muncul satu titik hitam di dalam hatinya. Jika terus dilakukan dan tidak segera bertaubat, titik hitam itu akan bertambah hingga hati menjadi keras, mati, dan tertutup dari petunjuk Allah SWT," katanya.

Hal tersebut sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Muthaffifin ayat 14: "Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka." (QS. Al-Muthaffifin: 14).

Selain kemaksiatan, Ustad Adi menambahkan bahwa kelalaian dalam mengingat Allah SWT juga dapat menyebabkan hati menjadi keras dan jauh dari kebenaran.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Hadid ayat 16: "Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diturunkan kepada mereka, dan janganlah mereka seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras." (QS. Al-Hadid: 16).

Karena itu, Ustad Adi mengajak masyarakat untuk memperbanyak ibadah, dzikir, membaca Al-Qur'an, serta menjauhi perbuatan maksiat agar hati tetap hidup dan memperoleh petunjuk Allah SWT.

Menurutnya, hati yang bersih akan melahirkan perilaku yang baik, sedangkan hati yang rusak akan berdampak pada seluruh aspek kehidupan seseorang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....