SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro Perkuat Budaya Pelayanan Prima
- 23 Jun 2026 18:37 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID,Surabaya - SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro menyelenggarakan pelatihan service excellence selama dua hari sebagai upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan. Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro dengan menghadirkan narasumber Meriana Candra Kurniasari, S.Pd., M.Pd, pada Selasa 23 Juni 2026.
Pelatihan yang diikuti sekitar 73 peserta, berlangsung selama dua hari ( 23-24 Juni) ini, bertujuan memperkuat budaya pelayanan prima di lingkungan sekolah sekaligus meningkatkan kualitas interaksi antara tenaga pendidik, peserta didik, dan wali murid. Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan peningkatan kualitas layanan dalam dunia pendidikan.
Acara secara resmi dibuka oleh Pengawas Sekolah Kecamatan Bojonegoro, Sumariyanto, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir tenaga pendidik dalam memberikan layanan terbaik kepada seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
“Sekolah saat ini dituntut tidak hanya unggul dalam pembelajaran, tetapi juga dalam pelayanan. Guru dan tenaga kependidikan harus mampu memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi siswa dan orang tua,” ujar Sumariyanto saat membuka kegiatan.
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro, Nurul Hidayah, S.Pd., menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat budaya kerja dan profesionalisme seluruh warga sekolah. Menurutnya, pelayanan prima harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas sekolah.
“Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang baik dan berkesinambungan,” ungkap Nurul Hidayah dalam sambutannya.
| Baca juga: Damkar Tak Hanya Padamkan Kebakaran |
Dalam sesi materi, Meriana Candra Kurniasari menjelaskan bahwa konsep service excellence di dunia pendidikan tidak hanya berkaitan dengan keramahan, tetapi juga kemampuan menciptakan pengalaman positif dalam setiap interaksi yang terjadi di lingkungan sekolah. Ia menegaskan bahwa kualitas pelayanan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun citra lembaga pendidikan.
“Setiap kontak dengan siswa maupun orang tua adalah momen pelayanan. Di situlah citra sekolah dibangun,” jelas Meriana. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi mengenai service mindset, komunikasi efektif, handling complaint, serta strategi membangun kepuasan pelanggan dalam konteks pendidikan.
Melalui pelatihan ini, sekolah berharap seluruh guru dan tenaga kependidikan mampu menerapkan nilai-nilai pelayanan prima dalam aktivitas sehari-hari sehingga tercipta lingkungan sekolah yang profesional, humanis, dan semakin dipercaya masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....