81 Tahun Merdeka, Jatim Perlu Perkuat Pelayanan Dasar
- 18 Agt 2026 20:04 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka menjadi momentum untuk melihat kembali capaian pembangunan sekaligus memastikan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Di Jawa Timur, berbagai indikator menunjukkan perkembangan positif, namun capaian tersebut dinilai masih perlu diimbangi dengan penguatan pelayanan dasar dan pemerataan pembangunan.
Kepala Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan atau Bakorwil V Jember, Budi Raharjo, mengatakan capaian pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur patut diapresiasi. Namun, menurutnya, capaian tersebut juga menghadirkan tantangan untuk memastikan pelayanan dan pembangunan dapat menjangkau masyarakat di seluruh wilayah Jawa Timur.
“Capaian-capaian prestasi Jawa Timur ini tentu harus kita imbangi. Tantangannya tidak mudah, bagaimana kita mengorkestrasi dengan luasnya jangkauan pelayanan masyarakat, karakteristik wilayah, dan juga konektivitas,” ujar Budi dalam Dialog Aspirasi Pro1 RRI Surabaya, Selasa 18 Agustus 2026.
Menurut Budi, penguatan pelayanan dasar menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian, terutama pendidikan, kesehatan, kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik, serta pertumbuhan ekonomi. Berbagai capaian yang telah diraih Jawa Timur, menurutnya, perlu terus dipertahankan sekaligus ditingkatkan.
“Yang paling penting adalah bagaimana pelayanan dasar itu bisa kita kuatkan, pendidikan, kemudian kesejahteraan masyarakat, kesehatan, pelayanan publik, termasuk juga pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Budi mengatakan, penguatan tersebut menjadi tantangan tersendiri karena Jawa Timur memiliki wilayah yang luas dengan karakteristik daerah dan kondisi konektivitas yang beragam. Karena itu, diperlukan koordinasi dan orkestrasi pembangunan agar kebijakan yang dijalankan dapat menyesuaikan kebutuhan masing-masing wilayah.
Secara ekonomi, capaian Jawa Timur menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik atau BPS Jawa Timur mencatat perekonomian Jawa Timur pada Semester I 2026 tumbuh 5,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi di Pulau Jawa.
Pada triwulan II 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,72 persen secara tahunan atau year on year. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa Jawa Timur tetap menjadi salah satu penggerak penting perekonomian di kawasan Pulau Jawa.
Dari sisi ketenagakerjaan, BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT Jawa Timur pada Februari 2026 sebesar 3,55 persen, turun 0,06 poin persentase dibandingkan Februari 2025. Jumlah penduduk yang bekerja mencapai 24,25 juta orang, meningkat 388,04 ribu orang dalam setahun.
Capaian penurunan pengangguran tersebut juga mendapat apresiasi melalui penghargaan Terbaik I kategori Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali. Penghargaan tersebut tercatat dalam rilis Bakorwil V Jember.
Meski demikian, Budi menilai capaian ekonomi dan berbagai prestasi tersebut harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pemerataan akses terhadap pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, dan kesejahteraan menjadi bagian penting agar pertumbuhan tidak hanya tercermin dalam angka ekonomi.
Selain itu, Budi menyoroti tantangan pembangunan yang muncul dari kondisi lingkungan dan bencana. Menurutnya, mitigasi bencana perlu diperkuat agar berbagai risiko yang terjadi tidak mengganggu keberlanjutan pembangunan dan aktivitas masyarakat.
Penguatan sektor pangan juga menjadi perhatian. Budi menilai posisi Jawa Timur sebagai salah satu penopang pangan nasional perlu diikuti dengan penguatan sektor pertanian dan hilirisasi, sehingga hasil produksi tidak berhenti sebagai komoditas, tetapi mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Budi berharap berbagai capaian Jawa Timur dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Menurutnya, tantangan ke depan membutuhkan koordinasi yang kuat antarpemerintah daerah serta kemampuan menyesuaikan kebijakan dengan karakteristik wilayah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....