Hujan Tiga Jam, Kampung Kembang Kuning Terendam Banjir
- 23 Jun 2026 14:57 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Hujan deras selama tiga jam menyebabkan Kampung Kembang Kuning, Surabaya, terendam banjir
- Genangan mencapai sekitar 30 sentimeter dan masuk ke sejumlah rumah warga.Banjir diduga terjadi karena drainase tidak mampu menampung debit air, gorong-gorong tersumbat, serta meluapnya Sungai Kembang Kuning
- Peristiwa ini mengejutkan warga karena kawasan tersebut dikenal lebih tinggi dan tidak pernah mengalami banjir selama puluhan tahun.
- Banjir diduga terjadi karena drainase tidak mampu menampung debit air, gorong-gorong tersumbat, serta meluapnya Sungai Kembang Kuning.
- Warga meminta Pemkot Surabaya mengevaluasi sistem drainase dan memberikan perhatian pada wilayah yang sebelumnya dianggap aman dari banjir
RRI.CO.ID, Surabaya - Hujan deras yang mengguyur Surabaya selama sekitar tiga jam membuat kawasan Kembang Kuning Kulon Besar terendam banjir. Air menggenangi jalan lingkungan hingga masuk ke sejumlah rumah warga.
Banjir terjadi pada Selasa 23 Juni 2026. Peristiwa ini mengejutkan warga karena Kampung Kembang Kuning selama puluhan tahun dikenal relatif aman dari genangan.
Salah seorang warga, Trisna, mengaku baru kali ini mengalami banjir sejak tinggal di kawasan tersebut selama 45 tahun.
“Seumur-umur baru kali ini kebanjiran. Selama 45 tahun tinggal di Kembang Kuning, tidak pernah terjadi banjir seperti ini,” ujar Trisna saat ditemui di rumahnya yang tergenang.
Menurut Trisna, hujan deras yang turun dalam waktu singkat membuat saluran drainase tidak mampu menampung debit air. Kondisi gorong-gorong yang diduga tersumbat turut memperparah genangan.
Di saat bersamaan, aliran Sungai Kembang Kuning juga meluap. Air sungai disebut naik hingga nyaris mencapai badan jalan.
| Baca juga: Libur Sekolah Diisi Kegiatan Positif |
Padahal, kawasan Kembang Kuning selama ini dikenal memiliki posisi lebih tinggi dibandingkan sejumlah wilayah lain di Surabaya. Karena itu, banjir tersebut membuat warga semakin khawatir.
“Daerah tinggi saja sekarang banjir, apalagi daerah yang lebih rendah,” katanya.
Puncak genangan terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Ketinggian air di sejumlah titik diperkirakan mencapai 30 sentimeter.
| Baca juga: Pramuka Surabaya Pecahkan Tiga Rekor MURI |
Air yang masuk ke permukiman membuat warga harus berjibaku menyelamatkan barang-barang di dalam rumah. Sebagian warga memindahkan perabotan dan barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi.
Setelah air mulai surut pada pagi hari, warga membersihkan sisa lumpur dan genangan di sekitar rumah mereka.
Trisna berharap Pemerintah Kota Surabaya memberikan perhatian lebih terhadap kawasan yang selama ini tidak masuk dalam kategori rawan banjir. Menurutnya, kondisi drainase dan perubahan pola cuaca perlu segera dievaluasi.
“Kami berharap wilayah yang selama ini dianggap aman juga mendapat prioritas penanganan. Karena faktanya sekarang daerah yang tidak pernah banjir pun ikut terdampak,” ujarnya.
Banjir di Kampung Kembang Kuning juga menjadi pengingat bahwa hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi meski Surabaya memasuki musim kemarau. Hujan deras dalam waktu singkat berpotensi memicu banjir apabila saluran air tidak berfungsi secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....