DSDABM: Hujan Deras dan Pasang Air Laut Picu Genangan di Surabaya

  • 22 Jun 2026 11:21 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Hujan Senin Pagi (22/6/2026) di Kawasan Surabaya picu Banjir di sejumlah kawasan.
  • DSDABM Kota Surabaya Lakukan upaya pengecekan saluran drainase dan pemompaan untuk surutkan banjir.
  • Halo RRI Tanggapi keluhan dan aduan masyarakat terkait pelayanan publik.
  • Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Adi Gunita, menyatakan genangan yang terjadi di sejumlah wilayah Surabaya dipengaruhi tingginya intensitas hujan dan pasang air laut.

RRI.CO.ID, Surabaya - Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya sejak dini hari pada Senin 22 Juni 2026 menyebabkan genangan di sejumlah kawasan. Kondisi tersebut dilaporkan warga melalui program Halo RRI karena mengganggu aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas pada awal pekan.

Salah satu laporan disampaikan pendengar RRI Surabaya bernama Ilham yang menginformasikan adanya genangan di kawasan Baratajaya. Laporan serupa juga disampaikan Aditya terkait genangan yang terjadi di kawasan Raya Ngagel.

Menindaklanjuti berbagai laporan tersebut, tim Halo RRI Surabaya menghubungi Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Adi Gunita, untuk mengetahui penyebab genangan dan upaya penanganan yang dilakukan pemerintah kota.

Adi menjelaskan, genangan yang terjadi di sejumlah wilayah Surabaya dipengaruhi tingginya intensitas hujan yang berlangsung sejak subuh. Selain itu, kondisi air laut yang sedang pasang turut menghambat proses pembuangan air dari saluran menuju laut.

“Mulai subuh hingga pagi hari intensitas hujan cukup tinggi. Yang paling krusial adalah kondisi air laut yang sedang pasang. Ketika air laut pasang, kami tidak bisa melakukan pemompaan secara optimal karena air yang dipompa berpotensi kembali masuk ke saluran,” ujarnya kepada RRI Surabaya, Senin 22 Juni 2026.

Berdasarkan pantauan DSDABM, genangan sempat terjadi di sejumlah kawasan, antara lain Simokalangan, Tanjungsari, Nginden, Arif Rahman Hakim, Ngagel, Kartini hingga Tambak Mayor. Ketinggian genangan bervariasi mulai setinggi mata kaki hingga mendekati lutut orang dewasa.

Meski demikian, beberapa titik genangan mulai berangsur surut seiring berkurangnya intensitas hujan dan perubahan kondisi pasang air laut.

“Beberapa lokasi seperti Simokalangan dan kawasan Pasar Asem sudah mulai surut dan lalu lintas kembali bergerak. Ada juga titik yang mengalami penurunan genangan, meskipun di beberapa kawasan proses surut berlangsung lebih lambat karena dipengaruhi kondisi saluran dan muka air di hilir,” kata Adi.

Untuk mempercepat penanganan, DSDABM mengoptimalkan kinerja rumah pompa dan menerjunkan satgas ke lapangan guna memeriksa kondisi saluran drainase. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada sumbatan yang dapat menghambat aliran air.

“Kami mengoptimalkan petugas rumah pompa dan satgas di lapangan untuk memeriksa saluran. Jika ditemukan sumbatan atau hambatan aliran, akan segera ditangani agar proses pengaliran air lebih lancar,” ujarnya.

Adi menambahkan, pemompaan akan dilakukan secara optimal setelah kondisi air laut mulai surut sehingga pembuangan air dari saluran menuju laut dapat berjalan lebih efektif.

Selain penanganan jangka pendek, DSDABM juga terus melakukan berbagai upaya pengendalian genangan di sejumlah titik rawan. Di antaranya melalui penambahan kapasitas saluran, pembangunan rumah pompa, serta peningkatan kapasitas tampungan air.

Menurut Adi, beberapa program yang telah disiapkan antara lain peningkatan kapasitas saluran dan tampungan air di kawasan Tanjungsari serta pembangunan rumah pompa di Tambak Mayor. Sementara di kawasan Nginden dan Manyar, pemerintah kota juga melakukan pembangunan saluran dan rumah pompa untuk mengurangi risiko genangan saat hujan deras.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan saluran drainase dengan tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, saluran yang tersumbat sampah dapat menghambat aliran air dan mengurangi efektivitas sistem drainase maupun rumah pompa.

“Yang paling penting adalah menjaga saluran tetap bersih. Jangan membuang sampah ke saluran karena dapat mengganggu aliran air dan memengaruhi kinerja rumah pompa dalam mengendalikan genangan,” tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....