KADIN Surabaya: Gangguan Listrik Berdampak pada UMKM dan Produktivitas Ekonomi
- 22 Jun 2026 11:59 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Surabaya menyoroti dampak gangguan pasokan listrik yang terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha.
Ketua KADIN Surabaya, H. M. Ali Affandi L.N.M., mengatakan listrik merupakan fondasi utama aktivitas ekonomi modern. Karena itu, gangguan pasokan listrik tidak dapat dipandang sebagai persoalan teknis semata.
"Ketika listrik padam, yang terdampak bukan hanya pabrik-pabrik besar. Ada ibu-ibu yang menggantungkan penghasilan keluarga dari usaha frozen food, ada pemilik laundry yang harus menghentikan pekerjaan, ada pedagang yang kehilangan produk karena pendingin tidak berfungsi, serta pelaku usaha kecil yang kehilangan waktu produksi dan kesempatan memperoleh pendapatan," ujarnya.
Ali Affandi menegaskan gangguan pasokan listrik harus dilihat sebagai persoalan ekonomi masyarakat. Sebab dampaknya langsung dirasakan oleh pelaku usaha kecil dan menengah.
Menurutnya, UMKM dan usaha rumahan menjadi kelompok paling rentan menghadapi gangguan listrik. Sebagian besar pelaku usaha tidak memiliki genset maupun sistem penyimpanan energi sebagai cadangan.
KADIN mencatat dampak gangguan listrik dirasakan pelaku usaha frozen food, katering, bakery, laundry, percetakan, bengkel, hingga usaha digital. Berbagai sektor tersebut sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil.
Pada usaha makanan olahan, gangguan listrik dapat menurunkan kualitas produk akibat terganggunya sistem pendingin. Sementara pada usaha laundry, proses pencucian dan penyetrikaan terpaksa berhenti.
KADIN Surabaya menilai kebutuhan energi di Jawa Timur akan terus meningkat. Hal itu seiring perkembangan kawasan industri, pusat logistik, perdagangan modern, dan investasi baru.
Karena itu, KADIN meminta penguatan infrastruktur kelistrikan agar tidak menjadi hambatan pertumbuhan ekonomi daerah. Gangguan listrik juga dinilai berdampak pada rantai pasok dan pendapatan masyarakat.
KADIN mengusulkan penyampaian informasi pemadaman secara lebih awal dan mudah diakses masyarakat. Selain itu, diperlukan peningkatan keandalan pasokan listrik di kawasan industri, sentra UMKM, pasar tradisional, dan fasilitas publik strategis.
Kepala Badan Industri dan Real Estate KADIN Surabaya, Didik Prasetiyono, mengatakan keandalan infrastruktur energi menjadi indikator penting daya saing investasi. Menurutnya, investor membutuhkan kepastian pasokan energi yang andal dan berkelanjutan.
"Persaingan investasi saat ini sangat ketat. Jawa Timur tidak hanya bersaing dengan daerah lain di Indonesia, tetapi juga dengan berbagai pusat industri di Asia Tenggara," katanya.
Didik menegaskan listrik merupakan infrastruktur ekonomi yang menopang produktivitas usaha dan pertumbuhan daerah. "Ketika pasokan energi terganggu, yang ikut terdampak adalah produktivitas usaha, lapangan kerja, rantai pasok, dan pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.
KADIN Surabaya berharap seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi menjaga keandalan pasokan energi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....