Pramuka Surabaya Pecahkan Tiga Rekor MURI

  • 20 Jun 2026 18:52 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Surabaya memecahkan tiga rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu, 20 Juni 2026.

Tiga rekor tersebut meliputi Basuh Kaki Orang Tua, Pengukuhan Pramuka Garuda, dan Demonstrasi Semaphore. Kegiatan ini melibatkan ratusan ribu peserta dari berbagai golongan Pramuka.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji hadir dalam kegiatan tersebut. Ketua Harian Kwarcab Pramuka Kota Surabaya Siti Mariyam turut mendampingi pelaksanaan acara.

Sebanyak 65.000 peserta mengikuti Pengukuhan Garuda golongan Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega. Sementara Basuh Kaki Orang Tua diikuti 130.000 peserta dan Demonstrasi Semaphore melibatkan 41.337 peserta.

Eri Cahyadi memimpin langsung Pengukuhan Pramuka Garuda. Ia mengapresiasi semangat Pramuka yang terus tumbuh di kalangan generasi muda Surabaya.

"Kegiatan ini menunjukkan bagaimana Pramuka tetap menggelora di hati arek Surabaya," kata Eri Cahyadi.

Ia menyampaikan Pemkot Surabaya akan berkolaborasi dengan Pramuka untuk menggerakkan Kampung Pancasila. Menurutnya, nilai-nilai yang ditanamkan dalam Pramuka selaras dengan semangat Pancasila.

"Pramuka akan menjadi bagian itu sehingga bisa menggerakkan jiwa Pancasila sejak dini," ujarnya.

Eri juga mengapresiasi kegiatan Basuh Kaki Orang Tua yang menjadi bagian pemecahan rekor MURI. Menurutnya, kegiatan tersebut mengajarkan pentingnya menghormati dan meminta restu orang tua.

"Karena ridhonya Gusti Allah adalah ridhonya orang tua," ucapnya.

Selain itu, Pemkot Surabaya menyiapkan lokasi bumi perkemahan di kawasan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri. Fasilitas tersebut akan mendukung pengembangan kegiatan Pramuka di masa mendatang.

Ketua Harian Kwarcab Pramuka Kota Surabaya Siti Mariyam mengatakan pemecahan rekor berlangsung di sejumlah lokasi. Di antaranya Stadion GBT, Tugu Pahlawan, Universitas PGRI Adi Buana, SMKN 5 Surabaya, Kebun Bibit, dan berbagai sekolah.

Mariyam menjelaskan kegiatan itu bertujuan meningkatkan minat generasi muda terhadap Pramuka. Ia menilai sebagian pelajar menganggap kegiatan Pramuka kurang menarik dan monoton.

"Kegiatan ini berawal dari keprihatinan karena Pramuka kurang peminatnya," kata Mariyam.

Menurutnya, inovasi diperlukan agar Pramuka tidak ditinggalkan generasi muda. Ia berharap kegiatan spektakuler tersebut dapat menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan terhadap Pramuka.

"Kami ingin anak-anak kembali kepada Pramuka, bangga Pramuka, dan berkarya bersama Pramuka," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....