Amien Widodo: Waspada Rip Current saat Liburan ke Pantai
- 20 Jun 2026 16:09 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Masyarakat yang berlibur ke pantai selama musim liburan sekolah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya rip current atau arus balik yang dapat menyeret korban ke tengah laut. Pakar Kebencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr. Amien Widodo, mengingatkan bahwa fenomena tersebut banyak ditemukan di pantai-pantai Indonesia dan berpotensi membahayakan wisatawan.
Menurut Amien, pantai selalu menjadi tujuan favorit masyarakat dari berbagai kalangan. Selain menawarkan keindahan alam, keberadaan air dan suara ombak juga memberikan efek relaksasi yang membuat banyak orang memilih pantai sebagai lokasi berlibur.
"Secara psikologis manusia memang memiliki ketertarikan terhadap air. Suara air dan suasana alam membuat tubuh lebih rileks dan membantu seseorang lebih mudah beristirahat," ujarnya. Sabtu, 20 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah bersama pelaku usaha terus berupaya mempercantik kawasan pantai agar menarik lebih banyak wisatawan. Namun, di balik keindahan tersebut terdapat ancaman rip current yang perlu dipahami oleh setiap pengunjung.
Amien menerangkan bahwa rip current merupakan arus laut yang bergerak tegak lurus dari pantai menuju laut lepas. Arus ini terbentuk ketika gelombang yang datang ke pantai kembali mengalir ke arah laut melalui jalur tertentu.
"Arus ini sering muncul di kawasan yang sempit seperti pantai dengan gumuk pasir, teluk, maupun di sekitar dermaga. Bahayanya, rip current dapat menyeret orang ke tengah laut, bahkan perenang yang sangat kuat sekalipun," katanya.
Meski pengelola pantai telah memasang rambu peringatan dan menyiagakan penjaga pantai, kasus wisatawan terseret arus masih kerap terjadi. Salah satunya insiden yang menimpa tiga santri asal Pondok Pesantren Muhammadiyah Markaz Quran Kediri di Pantai Pangi, Kabupaten Blitar, pada 16 Juni 2026.
Menghadapi meningkatnya jumlah wisatawan selama musim liburan, Amien menilai edukasi mengenai rip current menjadi sangat penting. Menurutnya, jumlah penjaga pantai tidak sebanding dengan jumlah pengunjung yang datang ke kawasan wisata pesisir.
"Setiap wisatawan sebaiknya sudah memahami apa itu rip current. Selain itu, wisatawan juga mengetahui langkah yang harus dilakukan apabila terjebak arus tersebut," ucapnya.
Amien juga mengingatkan bahwa perubahan iklim dalam beberapa tahun terakhir berpotensi meningkatkan kekuatan gelombang laut. Kondisi tersebut dapat membuat rip current menjadi lebih kuat dan berbahaya dibandingkan sebelumnya.
Karena itu, masyarakat yang berencana berwisata ke pantai disarankan memantau informasi cuaca dan gelombang laut dari BMKG sebelum berangkat. Langkah sederhana tersebut dinilai dapat membantu wisatawan menghindari risiko kecelakaan saat menikmati liburan di kawasan pantai.
"Jika ada peringatan gelombang tinggi, sebaiknya wisatawan lebih berhati-hati. Wisatawa juga harus mematuhi seluruh arahan petugas di lapangan," ujar Amien.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....