Indonesia Rawan Megathrust, Pakar ITS Tekankan Mitigasi
- 22 Apr 2026 21:06 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Indonesia berada di kawasan tektonik aktif akibat pertemuan tiga lempeng besar. Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik saling menekan wilayah Indonesia.
Pakar kebencanaan ITS, Dr. Amien Widodo, menjelaskan proses subduksi memicu gempa. Zona ini menjadi pusat gempa dari kedalaman dangkal hingga lebih 600 kilometer.
“Pada batas lempeng terjadi akumulasi energi hingga akhirnya dilepaskan sebagai gempa,” ujarnya, Rabu, 22 April 2026. Ia menyebut pergerakan lempeng berlangsung 7 hingga 11 sentimeter per tahun.
Kondisi ini membuat gempa berpotensi terjadi berulang dalam berbagai interval waktu. “Gempa bisa terjadi tiap tahun, puluhan tahun, bahkan ratusan tahun,” katanya.
Menurutnya, zona subduksi juga berpotensi memicu gempa besar atau megathrust. Kekuatan gempa dapat mencapai magnitudo lebih dari delapan.
Amien mengibaratkan Indonesia seperti tumpukan material yang didorong tiga buldoser. Tekanan tersebut menyebabkan lapisan retak hingga akhirnya patah.
“Retakan kecil adalah gempa awal, sedangkan kehancuran mewakili gempa utama,” katanya. Ia menegaskan gempa tidak langsung membunuh manusia.
Namun, dampak lanjutan dapat memicu bencana besar. “Gempa dapat memicu tsunami, longsor, likuifaksi, hingga kebakaran," ujarnya.
Kerusakan infrastruktur juga dapat menyebabkan masyarakat terisolasi. Akses air bersih, listrik, dan komunikasi bisa terganggu.
Amien menekankan pentingnya adaptasi dan mitigasi bencana, dan peencanaan harus mengacu pada potensi gempa terbesar di suatu wilayah. “Edukasi kepada masyarakat menjadi kunci keselamatan menghadapi bencana,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....