Sudah Cukupkah Bekal Kita? Ustazah Yuyun Ajak Masyarakat Muhasabah Diri
- 18 Jun 2026 06:40 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Muhasabah atau evaluasi diri menjadi langkah penting yang perlu dilakukan setiap muslim untuk mengetahui sejauh mana bekal amal yang telah dipersiapkan menuju kehidupan akhirat. Hal itu disampaikan Ketua Departemen Humas PW Salimah Jawa Timur, Ustazah Rachma Ayuningtyas yang akrab disapa Ustazah Yuyun, dalam program Mutiara Pagi Pro1 RRI Pro 1 Surabaya, Kamis, 18 Juni 2026.
Menurut Ustazah Yuyun, manusia perlu secara rutin mengevaluasi kualitas ibadah, amal saleh, dan ketaatan yang telah dilakukan selama hidup di dunia. Sebab, kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara sebelum memasuki kehidupan akhirat yang kekal.
"Kita perlu bertanya kepada diri sendiri, sudah cukupkah bekal yang kita siapkan untuk perjalanan menuju akhirat. Perjalanan itu sangat panjang, sementara waktu hidup di dunia sangat terbatas," ujarnya.
| Baca juga: Raih Pahala Haji lewat Amalan Harian |
Dalam tausiyahnya, Ustazah Yuyun mengutip hadis riwayat Bukhari dari Abdullah bin Umar RA yang menyebutkan bahwa seorang muslim hendaknya hidup di dunia seperti orang asing atau pengembara. Menurutnya, perumpamaan tersebut mengingatkan bahwa manusia tidak akan hidup selamanya di dunia sehingga perlu mempersiapkan bekal terbaik sebelum kembali kepada Allah SWT.
Ia menjelaskan bahwa tujuan utama penciptaan manusia telah ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Az-Zariyat ayat 56, yakni untuk beribadah kepada-Nya. Karena itu, seluruh aktivitas kehidupan seharusnya dilandasi keimanan dan ketakwaan agar bernilai ibadah.
Menurut Ustazah Yuyun, Islam tidak melarang umatnya mencari harta dan memenuhi kebutuhan hidup. Namun, harta yang diperoleh hendaknya dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendukung ibadah dan berbagai amal kebaikan.
| Baca juga: Bekal Kehidupan Harus Disiapkan sejak Dini |
"Kita boleh mencari rezeki dan mengumpulkan harta, tetapi jangan sampai menjadikan harta sebagai tujuan hidup. Harta yang kita miliki seharusnya menjadi sarana untuk beribadah, bersedekah, membantu sesama, dan mendukung berbagai amal saleh," katanya.
Ia menambahkan, mendidik anak menjadi pribadi yang saleh juga merupakan bentuk investasi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia. Setiap kebaikan yang dilakukan dengan niat karena Allah SWT akan menjadi tabungan amal yang bermanfaat di akhirat kelak.
Selain menghitung amal yang telah dilakukan, setiap muslim juga perlu mengingat dosa dan kesalahan yang pernah diperbuat. Menurutnya, kesadaran terhadap kekurangan diri akan mendorong seseorang untuk memperbanyak istighfar, bertaubat, dan terus memperbaiki diri.
| Baca juga: Ambisi Akhirat Harus Diutamakan |
"Kita tidak hanya menghitung amal yang sudah dilakukan, tetapi juga perlu menyadari dosa dan kesalahan yang pernah kita perbuat agar semakin banyak memohon ampun kepada Allah SWT," ucapnya.
Lebih lanjut, Ustazah Yuyun mengingatkan bahwa kematian merupakan awal perjalanan menuju kehidupan akhirat dan dapat datang kapan saja. Oleh karena itu, setiap muslim perlu mempersiapkan diri sejak dini dengan memperbanyak amal saleh dan meningkatkan kualitas ibadah.
Ia mengajak masyarakat menjadikan muhasabah sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari agar setiap aktivitas yang dilakukan senantiasa dilandasi keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
"Dunia hanyalah tempat singgah. Karena itu, mari kita manfaatkan waktu yang ada untuk memperbanyak amal saleh sebagai bekal ketika menghadap Allah SWT," tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....