Menggapai 'Masa Depan yang Sesungguhnya' dengan Menanamkan Tiga Macam Tauhid

  • 14 Jun 2026 05:56 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Apa arti masa depan yang sesungguhnya bagi seorang Muslim? Pertanyaan mendasar inilah yang menjadi benang merah dalam siaran Kuliah Subuh di RRI Pro 4 Surabaya edisi Minggu, 14 Juni 2026. Bersama narasumber Ustazah Rahma Ayuningtyas, yang menjabat sebagai Ketua Departemen Humas PW Salimah (Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimah) Jawa Timur, kajian subuh kali ini mengajak pendengar untuk menata ulang orientasi hidup agar tidak terjebak pada fana-nya dunia.

Menurut Ustazah Rahma, masa depan yang hakiki bukanlah sekadar pencapaian materi, karier yang cemerlang, atau jaminan hari tua di dunia. Masa depan yang sesungguhnya adalah kehidupan setelah kematian (akhirat) yang kekal abadi.

Untuk meraih keselamatan di masa depan tersebut, pondasi utama yang harus dibangun dan dijaga oleh setiap Muslim adalah akidah yang lurus, yang berakar pada tiga macam tauhid utama. Dalam pemaparannya, Ustadlzah Rahma mengupas secara mendalam tiga pilar tauhid yang wajib dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Tauhid Rububiyah
    Tauhid ini berkaitan dengan pengakuan atas kekuasaan Allah SWT terhadap alam semesta.

"Kita harus mengesakan Allah SWT sebagai satu-satunya pencipta, pemilik, dan pengatur alam semesta. Mengimani dengan sepenuh hati bahwa hanya Allah yang menghidupkan, mematikan, dan mengatur rezeki setiap makhluk," ujar Ustazah Rahma.

Dengan memahami Tauhid Rububiyah, seorang Muslim tidak akan pernah merasa cemas akan jaminan hidupnya di dunia, karena tahu ada Allah yang Maha Mengatur.

  1. Tauhid Uluhiyah
    Jika Rububiyah adalah tentang perbuatan Allah kepada makhluk, maka Uluhiyah adalah tentang perbuatan hamba kepada Penciptanya. Tauhid Uluhiyah berarti mengesakan Allah SWT dalam beribadah. Inti Ajaran: Meyakini bahwa hanya Allah semata yang berhak diibadahi dan disembah.
    Aplikasi Nyata: Segala bentuk doa, harapan, rasa takut, tawakal, dan ketaatan total hanya ditujukan kepada-Nya, tanpa ada sekutu bagi Allah.
  2. Tauhid Asma' wa Sifat
    Pilar ketiga adalah meyakini dan menetapkan nama-nama serta sifat-sifat Allah SWT yang Maha Agung dan Sempurna. Ustadzah Rahma menegaskan bahwa landasan dalam memahami sifat-sifat Allah harus bersumber dari dalil yang valid.

"Kita wajib mengimani apa yang tertulis dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah mengenai nama dan sifat Allah, tanpa menyamakannya dengan makhluk-Nya. Ini yang membuat kita semakin mengenal (ma'rifatullah) dan mencintai Pencipta kita," katanya.

Menutup Kuliah Subuh Pro 4 RRI Surabaya, Ustazah Rahma Ayuningtyas mengajak seluruh keluarga Muslim di Jawa Timur, khususnya para wanita dan ibu yang tergabung maupun bersinergi dengan Salimah, untuk menjadikan tiga macam tauhid ini sebagai kurikulum utama dalam mendidik keluarga.

"Ketika akidah kita kokoh dengan tiga tauhid ini, maka langkah kaki kita di dunia akan selalu terarah. Itulah investasi terbaik untuk menyambut masa depan yang sesungguhnya," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....