Kadin Jatim Dorong Mitigasi Dampak BBM Nonsubsidi
- 11 Jun 2026 18:43 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mendorong langkah mitigasi menyusul perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi peralihan pengguna BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.
Wakil Ketua Umum Bidang Migas Kadin Jawa Timur, Tri Prakoso, mengatakan dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi saat ini lebih banyak dirasakan oleh rumah tangga dibandingkan pelaku usaha. “Yang terdampak sebenarnya adalah dana pribadi atau dana rumah tangga. Kalau untuk pelaku usaha, sejauh ini belum begitu terdampak,” kata Tri dalam Dialog Aspirasi Pro1 RRI Surabaya, Kamis 11 Juni 2026.
Menurut Tri, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena berpotensi mendorong sebagian masyarakat beralih menggunakan BBM subsidi. Jika tidak diantisipasi, hal itu dikhawatirkan dapat memengaruhi distribusi BBM subsidi yang ditujukan bagi kelompok yang berhak menerima.
Karena itu, Kadin Jawa Timur mendorong adanya pemetaan dan mitigasi sejak dini untuk mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin muncul di masyarakat. “Kami melihat perlu ada upaya mitigasi. Jangan sampai terjadi migrasi pengguna BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Ini yang perlu diantisipasi bersama,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kelompok transportasi merupakan salah satu komponen yang memengaruhi pergerakan inflasi karena berkaitan erat dengan biaya mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Perubahan biaya transportasi juga dapat memengaruhi pola pengeluaran rumah tangga.
Selain mitigasi di sektor energi, Kadin Jawa Timur juga mendorong adanya forum bersama yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, aparat penegak hukum (APH), dan pemangku kepentingan lainnya guna menjaga stabilitas ekonomi dan iklim investasi.
“Perlu ada upaya duduk bersama antara pemerintah, stakeholder, Kadin, dan aparat penegak hukum untuk menjamin kondisi ekonomi tetap baik dan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Tri.
Ia menambahkan, dunia usaha berharap adanya kebijakan yang mampu memberikan kepastian serta ruang gerak yang lebih luas bagi pelaku usaha di tengah dinamika ekonomi dan sektor energi. “Kami berharap ada diskresi dan kebijakan yang menguntungkan semua pihak. Harapannya, ruang gerak pelaku usaha semakin baik sehingga kegiatan ekonomi dapat terus tumbuh positif,” ujarnya.
Kadin Jawa Timur menilai sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar kebijakan energi dapat berjalan efektif, menjaga daya beli masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....