Membangun Generasi Saleh di Era Digital Melalui Doa dan Keteladanan Orang Tua

  • 10 Jun 2026 06:20 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Di tengah tantangan pengasuhan anak pada era digital, orang tua dituntut tidak hanya memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga menanamkan nilai keimanan dan akhlak sejak dini. Salah satu teladan terbaik dalam membangun generasi saleh adalah Nabi Ibrahim a.s.

Pesan tersebut disampaikan Da'i PW Persis Jawa Timur, Ustaz Agus Zulkarnain dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Surabaya, Rabu, 10 Juni 2026 yang mengangkat tema "Meneladani Abul Anbiya dalam Mencetak Generasi Sholeh".

Menurut Ustaz Agus, Nabi Ibrahim a.s. mendapat gelar Abu Anbiya atau Bapak Para Nabi karena dari keturunannya lahir banyak nabi yang meneruskan risalah Allah SWT. Keteladanan Nabi Ibrahim bahkan diabadikan dalam Al-Qur'an sebagai contoh bagi umat manusia.

“Nabi Ibrahim adalah sosok yang Allah jadikan teladan. Beliau tidak hanya berhasil dalam menjalankan dakwah, tetapi juga berhasil membangun keluarga dan melahirkan generasi yang saleh,” ujarnya.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mumtahanah ayat 4: "Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya." (QS. Al-Mumtahanah: 4). Ustaz Agus menjelaskan, keberhasilan Nabi Ibrahim dalam membentuk generasi saleh diawali dengan doa yang dipanjatkannya kepada Allah SWT.

Salah satu doa yang diabadikan dalam Al-Qur'an adalah permohonan agar diberikan keturunan yang saleh. "Rabbi hab li minash shalihin." "Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang termasuk orang-orang yang saleh." (QS. Ash-Shaffat: 100).

“Ketika berdoa kepada Allah, kita harus memahami apa yang kita minta. Nabi Ibrahim tidak meminta anak yang sekadar sukses secara duniawi, tetapi memohon keturunan yang saleh. Sebab anak yang saleh akan menjadi kebahagiaan bagi orang tua di dunia dan akhirat,” katanya.

Ia menambahkan, banyak orang tua yang berfokus pada prestasi akademik maupun kesuksesan karier anak, namun kurang memberikan perhatian pada pembentukan karakter dan nilai-nilai agama. Selain berdoa, Nabi Ibrahim juga menunjukkan keteladanan dalam menjalankan ibadah. Salah satunya melalui komitmen menjaga salat dan mengajarkannya kepada keluarga.

Hal tersebut tercermin dalam doa Nabi Ibrahim yang diabadikan dalam Surah Ibrahim ayat 40: "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap melaksanakan salat." (QS. Ibrahim: 40).

“Nabi Ibrahim memahami bahwa pendidikan anak dimulai dari rumah dan dimulai dari orang tuanya. Karena itu, beliau terlebih dahulu memperbaiki dirinya sebelum mengajak anak-anaknya menjadi pribadi yang taat kepada Allah,” ujar Ustad Agus.

Menurutnya, salat merupakan pilar agama sekaligus sarana membangun hubungan antara manusia dengan Allah SWT. Kualitas salat seseorang juga menjadi salah satu indikator kualitas keimanannya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustad Agus juga mengingatkan bahwa Al-Qur'an menggambarkan beberapa tipologi anak. Ada anak yang menjadi ujian bagi orang tuanya, ada yang menjadi perhiasan kehidupan dunia, dan ada pula yang menjadi penyejuk hati bagi keluarga.

Allah SWT berfirman: "Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia." (QS. Al-Kahfi: 46).

Sementara itu, dalam Surah Al-Furqan ayat 74, Allah mengajarkan doa agar anak dan keluarga menjadi penyejuk hati bagi orang-orang beriman.

Karena itu, Ustaz Agus mengajak para orang tua untuk tidak menyerahkan sepenuhnya pendidikan karakter dan agama kepada sekolah maupun lingkungan. Menurutnya, keluarga tetap menjadi tempat pertama dan utama dalam membentuk kepribadian anak.

“Membangun generasi saleh di era digital melalui doa dan keteladanan orang tua dimulai dari rumah. Dimulai dari doa, keteladanan, salat, dan pendidikan yang dilakukan secara konsisten oleh orang tua. Itulah pelajaran penting yang dapat kita teladani dari Nabi Ibrahim AS,” tuturnya.

Pentingnya menghadirkan generasi saleh juga ditegaskan Rasulullah SAW dalam sabdanya: "Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim). Hadis tersebut menunjukkan bahwa anak yang saleh bukan hanya menjadi kebanggaan orang tua selama hidup, tetapi juga menjadi salah satu amal yang pahalanya terus mengalir hingga akhirat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....