Sekjen Kemensos: Sekolah Rakyat Terus Dievaluasi dan Disempurnakan

  • 09 Jun 2026 14:50 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Robben Rico, menegaskan Program Sekolah Rakyat terus dievaluasi dan disempurnakan seiring proses pengembangannya di berbagai daerah. Hingga saat ini, program yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem tersebut telah hadir di 166 titik dan masih membutuhkan dukungan serta masukan dari berbagai pihak agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

Menurut Robben, Sekolah Rakyat yang baru diluncurkan pada 2025 lalu masih berada dalam tahap pengembangan. Karena itu, berbagai evaluasi dilakukan untuk memastikan program berjalan tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Kalau diibaratkan, Sekolah Rakyat ini seperti bayi yang baru lahir. Tentu masih perlu bertumbuh, belajar, dan terus disempurnakan. Karena itu evaluasi menjadi bagian penting agar program ini dapat berkembang sesuai tujuan yang diharapkan," ujarnya dalam Dialog Aspirasi Pro1 RRI Surabaya bertajuk Mengawal Dana Sekolah Rakyat untuk Anak Bangsa, Selasa, 9 Juni 2026.

Robben menjelaskan, proses penyempurnaan tidak hanya menyangkut pembangunan dan penyiapan sarana-prasarana. Pemerintah juga terus melengkapi fasilitas pendukung pembelajaran, menyiapkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, serta menyempurnakan proses seleksi dan pembinaan peserta didik.

Menurutnya, seluruh komponen tersebut harus berjalan selaras agar tujuan Sekolah Rakyat dapat tercapai secara optimal. Sebab, yang dibangun bukan sekadar gedung sekolah, melainkan sebuah ekosistem pendidikan yang mampu mencetak generasi berkarakter dan memiliki daya saing.

Selain itu, evaluasi juga dilakukan terhadap tata kelola program dan mekanisme pengawasan agar pelaksanaannya berlangsung secara transparan dan akuntabel. Hal tersebut dinilai penting mengingat program Sekolah Rakyat melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat pengawas, hingga masyarakat.

"Kami terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan dari masyarakat. Program ini harus terus diperbaiki agar tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan," katanya.

Ia menegaskan, salah satu pekerjaan rumah yang masih menjadi perhatian adalah memastikan penerima manfaat Sekolah Rakyat benar-benar berasal dari kelompok sasaran, yakni anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, termasuk mereka yang putus sekolah maupun yang belum pernah mengakses pendidikan formal.

Menurut Robben, ketepatan sasaran menjadi kunci keberhasilan program. Pasalnya, Sekolah Rakyat tidak hanya bertujuan membuka akses pendidikan, tetapi juga membentuk generasi yang disiplin, mandiri, berkarakter, memiliki wawasan kebangsaan, serta nilai-nilai keagamaan yang kuat.

"Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak ini memiliki masa depan yang lebih baik. Mereka diharapkan memiliki kemampuan, karakter, dan keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya," ujarnya.

Karena itu, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari jumlah titik yang dibangun atau jumlah peserta didik yang diterima. Lebih jauh, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup peserta didik dan keluarganya sehingga dapat menjadi salah satu upaya memutus rantai kemiskinan.

Robben juga menekankan bahwa besarnya anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk mendukung Sekolah Rakyat harus diikuti tata kelola yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Untuk itu, pengawalan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat dinilai penting guna memastikan keberlanjutan program di masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....