Animo Sekolah Rakyat Meningkat, DPRD Jatim Apresiasi Program Pemerintah

  • 24 Jul 2026 12:29 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Tingginya minat masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat dinilai menjadi tanda positif atas meningkatnya kepercayaan publik terhadap kebijakan pendidikan bagi keluarga miskin. Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas menyebut program tersebut mulai menunjukkan arah yang tepat dalam membuka akses pendidikan.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, hingga April 2026 Sekolah Rakyat telah menjangkau hampir 15.000 siswa di 166 lokasi yang tersebar di 36 provinsi. Program tersebut didukung lebih dari 2.500 tenaga pendidik dan kependidikan di berbagai daerah.

Puguh menilai meningkatnya animo masyarakat dipengaruhi oleh semakin baiknya validasi data penerima manfaat melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Menurutnya, kondisi tersebut membuat keluarga yang benar-benar membutuhkan layanan pendidikan dapat teridentifikasi lebih akurat.

"Saya pikir fenomena naiknya siswa yang berminat ke Sekolah Rakyat sekaligus menjadi potret lanskap demografi masyarakat kita. Bisa jadi ini menunjukkan proses validasi data pemerintah berjalan semakin baik, sehingga masyarakat pada desil 1 sampai 3 yang memang berhak menjadi peserta didik Sekolah Rakyat jumlahnya memang cukup banyak," ujar Puguh, Jumat 24 Juli 2026.

Puguh mengatakan masyarakat prasejahtera mulai melihat Sekolah Rakyat sebagai solusi atas keterbatasan akses pendidikan yang selama ini dihadapi. Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah menghadirkan program pendidikan berasrama dengan fasilitas dan tenaga pendidik yang memadai.

"Kita perlu mengapresiasi langkah progresif pemerintah. Dengan fasilitas belajar, asrama, hingga tenaga pendidik yang disiapkan, program ini menjadi investasi besar negara untuk memutus mata rantai kemiskinan," ungkapnya.

Puguh menegaskan tingginya minat masyarakat menunjukkan Sekolah Rakyat mulai dipercaya dan dirasakan manfaatnya. Meski demikian, ia meminta proses seleksi penerimaan siswa tetap dilakukan secara ketat agar program benar-benar menyasar keluarga miskin ekstrem sesuai tujuan awal.

"Saya sepakat penerimaan siswa harus benar-benar disaring. Prioritasnya adalah masyarakat miskin ekstrem agar program ini tetap tepat sasaran. Kalau tahun pertama mungkin masih tahap awal, sekarang masyarakat sudah melihat hasilnya sehingga kepercayaan terhadap Sekolah Rakyat semakin meningkat," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....