Surabaya Jadi Kota Pertama Peluncuran Program Pengelolaan Sampah Plastik Sungai
- 05 Jun 2026 15:54 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Program Pengelolaan Sampah Plastik Sungai resmi diluncurkan di Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Jumat, 5 Juni 2026. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi multipihak dalam mengurangi kebocoran sampah plastik ke sungai melalui pendekatan berbasis masyarakat dan pengelolaan sungai yang berkelanjutan.
Peluncuran program melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), UNDP Indonesia, Inisiatif Clean Rivers, Tim Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah Plastik Laut (TKN PSL), hingga Pemerintah Kota Surabaya. Sejumlah organisasi masyarakat, kader lingkungan, bank sampah, pengelola pasar, pusat perbelanjaan, akademisi, sektor swasta juga turut berpartisipasi.
Surabaya menjadi lokasi pertama pelaksanaan program yang pada tahap awal dijalankan di lima wilayah, yakni Surabaya, Sidoarjo, Surakarta, Bekasi, dan Bali. Di Kota Pahlawan, implementasi program difokuskan di Kali Tebu dan Kali Mrutu sebagai lokasi percontohan pengelolaan sampah sungai berbasis komunitas.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, M. Fikser, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Surabaya sebagai salah satu lokasi peluncuran program. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berhasil mengurangi sampah plastik di sungai, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
"Program ini tidak hanya berfokus pada pembersihan sungai dan mencegah sampah plastik masuk ke laut, tetapi juga mengedukasi masyarakat serta membuka peluang ekonomi bagi warga yang terlibat dalam pengelolaan sampah. Kami melihat perubahan nyata di lapangan, di mana sungai menjadi lebih bersih dan masyarakat semakin terpanggil untuk ikut menjaga lingkungannya," ujar Fikser.
Sementara itu, Kementerian Koordinator Bidang Pangan menilai program ini sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra internasional. Program tersebut merupakan hasil kerja sama yang diimplementasikan melalui UNDP Indonesia.
Staf Asisten Deputi Ekonomi Sirkular dan Dampak Lingkungan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Ahmad Didin, mengatakan Surabaya dipilih sebagai kota pertama peluncuran program karena dinilai memiliki komitmen kuat dalam pengelolaan sampah. Keberhasilan implementasi di Surabaya diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
"Kami mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam mendukung program ini. Surabaya menjadi kota pertama yang meluncurkan program ini dan kami berharap dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam penerapan pengelolaan sampah sungai yang efektif dan berkelanjutan," kata Ahmad Didin.
Di sisi lain, Kementerian Lingkungan Hidup menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pengurangan dan pengelolaan sampah. Selain pembersihan sungai, edukasi menjadi bagian penting untuk membangun kesadaran masyarakat dalam mengurangi dan memilah sampah dari sumbernya.
Sementara itu Kepala Kelompok Kerja Perubahan Perilaku Masyarakat Direktorat Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan, Sri Murwani Nurfadhila Astuti, mengatakan selain kegiatan pembersihan sungai, edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dari program agar kesadaran dalam mengelola sampah dapat tumbuh dan menjadi kebiasaan sehari-hari.
"Keberhasilan pengelolaan sampah tidak dapat dilepaskan dari peran aktif masyarakat. Karena itu, selain melakukan penanganan sampah di sungai, program ini juga memperkuat edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat agar mampu mengurangi, memilah, dan mengelola sampah dengan baik," ujarnya.
Komitmen serupa juga disampaikan Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) bersama UNDP Indonesia. Kedua pihak berupaya mendukung pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di sungai agar tidak berakhir mencemari laut.
Koordinator Sekretariat TKN PSL, Ahmad Bahri Rambe, menjelaskan program ini tidak hanya berfokus pada pengangkatan sampah plastik, tetapi juga mencakup pengelolaan sampah organik dan pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Selain itu, edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting agar upaya pengurangan sampah dapat berlangsung secara berkelanjutan.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya atas dukungan dan komitmennya sehingga program ini dapat berjalan dengan baik. Dengan pendekatan yang komprehensif ini, kami berharap kualitas sungai dapat terus membaik dan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat," ujar Ahmad Bahri Rambe.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, program ini diharapkan mampu memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan sampah, meningkatkan kesadaran lingkungan, serta mendorong aksi nyata pengurangan sampah plastik di tingkat lokal. Pengembangan kemitraan multipihak dan pengelolaan sampah berbasis komunitas juga menjadi kunci untuk menciptakan sungai yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....