Hari Lingkungan Hidup, Saatnya Bekerja untuk Iklim
- 05 Jun 2026 15:35 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Cuaca yang semakin tidak menentu, suhu udara yang terasa lebih panas, hingga meningkatnya risiko banjir dan kekeringan menjadi pengingat bahwa perubahan iklim bukan lagi isu yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Dampaknya kini mulai dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah.
Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni menjadi ajakan untuk memperkuat aksi nyata dalam menjaga bumi. Tahun ini, Indonesia mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” atau #NowForClimate sebagai bentuk komitmen menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin nyata.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyebut peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum untuk memperkuat upaya menghadapi tiga krisis lingkungan global, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran.
"Perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan. Dampaknya telah dirasakan hari ini," tulis KLH/BPLH dalam informasi yang dipublikasikan melalui laman resminya.
Menurut KLH/BPLH, tema tahun ini mengingatkan bahwa kesadaran terhadap persoalan lingkungan harus diikuti dengan tindakan nyata. Upaya tersebut dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Mengurangi penggunaan energi yang berlebihan, mengelola sampah dengan lebih baik, menanam pohon, menggunakan transportasi ramah lingkungan, hingga menjaga ruang terbuka hijau menjadi beberapa contoh tindakan yang dapat dilakukan masyarakat untuk mendukung upaya pengendalian perubahan iklim.
Dalam salah satu publikasinya, KLH/BPLH juga menegaskan bahwa perubahan tidak akan terjadi tanpa keterlibatan masyarakat luas.
"Kesadaran saja tidak cukup. Saatnya bertindak," tulis KLH/BPLH.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau komunitas tertentu. Aksi kecil yang dilakukan secara berkelanjutan dari rumah, sekolah, tempat kerja, maupun lingkungan sekitar dapat menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan iklim di masa depan.
Dengan semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam aksi nyata, upaya menjaga bumi diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan menjadi kebiasaan yang terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....