Pendaki Terperosok Jurang, Tim SAR Gunakan Slope Rescue
- 05 Jun 2026 13:49 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Tim SAR gabungan melakukan evakuasi sejak Selasa
- Evakuasi menggunakan metode slope rescue di medan curam.
- Pendaki Cakra (18) terperosok ke jurang sekitar 375 meter di Semeru.
- Korban mengalami cedera pada ankle kaki kanan.
RRI, Lumajang - Tim SAR gabungan masih melakukan proses evakuasi terhadap Cakra (18), pendaki yang terperosok ke jurang sedalam sekitar 375 meter di jalur pendakian Gunung Semeru sejak Selasa 2 Juni 2026 sore. Korban diketahui mengalami cedera pada ankle kaki kanan setelah terjatuh di medan curam kawasan pendakian.
Upaya penyelamatan telah dilakukan sejak Selasa malam dengan mengerahkan personel dari Unit Siaga SAR Malang. Kantor SAR Surabaya kemudian mengirim tim tambahan beserta peralatan High Angle Rescue Technique (HART) dan perangkat komunikasi satelit untuk memperkuat operasi evakuasi di lokasi.
Pada Kamis 4 Juni 2026 tim SAR gabungan berhasil mencapai lokasi korban yang berada di dasar jurang. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, korban yang mengalami dugaan dislokasi pada ankle kaki kanan langsung mendapat tindakan pembidaian guna membatasi pergerakan dan mencegah pembengkakan semakin parah.
"Kaki survivor memang harus dibidai agar pergerakannya terbatas dan tidak semakin bengkak," ujar Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P. H., selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Jumat 5 Juni 2026.
Nanang menjelaskan, proses evakuasi dilakukan menggunakan metode slope rescue, yakni teknik penyelamatan di medan miring dengan memanfaatkan sistem tali. Korban ditempatkan dalam flexible stretcher atau tandu gulung, kemudian ditarik secara bertahap menuju titik aman di atas jurang.
Metode tersebut dipilih karena kondisi medan yang terjal serta tidak tersedianya titik pijakan yang cukup aman untuk dijadikan anchor tepat di atas lokasi korban. Selain lebih sesuai dengan karakter medan, teknik ini juga dinilai lebih aman bagi korban maupun personel penyelamat.
Proses penarikan dilakukan secara bergantian dengan pengawalan ketat di sisi kanan dan kiri korban. Tim SAR harus bekerja ekstra hati-hati mengingat jalur evakuasi memiliki kemiringan tajam dan banyak tebing curam.
"Dari jurang, survivor dievakuasi dengan slope rescue menuju titik kumpul tim SAR gabungan yang ada di atas. Selanjutnya korban akan ditandu turun menuju posko," kata Nanang.
Hingga Jumat 5 Juni 2026 proses evakuasi masih berlangsung. Tim SAR memperkirakan korban dapat tiba di posko pada malam hari dengan mempertimbangkan kondisi fisik korban, personel penyelamat, serta cuaca di kawasan Gunung Semeru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....