Basarnas Akhiri SAR Khusus, KMP Mutiara Sentosa Diduga Tenggelam

  • 04 Agt 2026 23:07 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Operasi SAR KMP Mutiara Sentosa 2 resmi dihentikan setelah semua 238 penumpang dalam manifes berhasil ditemukan, terdiri dari 233 selamat dan 5 meninggal dunia.
  • Keputusan penghentian operasi SAR diambil oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii setelah proses sinkronisasi data manifes antara syahbandar dan operator kapal selesai.
  • Basarnas mengalihkan penanganan menjadi operasi kesiapsiagaan sementara kapal KMP Mutiara Sentosa 2 diduga telah tenggelam di perairan utara Madura.

RRI.CO.ID, Surabaya - Operasi SAR khusus kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 resmi dihentikan setelah seluruh korban dalam manifes berhasil ditemukan. Basarnas kini mengalihkan penanganan menjadi operasi kesiapsiagaan, sementara kapal nahas tersebut diduga telah tenggelam di perairan utara Madura.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan keputusan itu diambil setelah proses sinkronisasi data manifes antara syahbandar dan operator kapal selesai dilakukan. Total terdapat 238 orang di atas kapal, terdiri dari 233 korban selamat dan lima korban meninggal dunia.

"Secara resmi, operasi SAR khusus penanganan kedaruratan KMP Mutiara Sentosa 2 saya alihkan menjadi operasi kesiapsiagaan yang dikendalikan Kepala Kantor SAR Surabaya," ujar Syafii dalam konferensi pers di Gedung Gapura Surya Nusantara, Surabaya, Selasa 4 Agustus 2026.

Meski operasi khusus berakhir, Basarnas tetap membuka posko pengaduan dan menyiagakan personel di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi adanya laporan baru dari keluarga korban.

Syafii juga mengungkapkan perkembangan terbaru terkait kondisi kapal. Menurutnya, KMP Mutiara Sentosa 2 diduga telah tenggelam setelah sebelumnya masih terlihat mengapung dalam kondisi miring selama dua hari pascakebakaran.

"Pada hari pertama dan kedua kapal masih terlihat. Namun saat tim kembali ke lokasi, kapal sudah tidak tampak di permukaan laut dan diduga telah tenggelam," katanya.

Ia menjelaskan kemiringan kapal sempat menyulitkan proses evakuasi. Bahkan, sejumlah penumpang diduga terjatuh dari anjungan ketika berupaya menyelamatkan diri. Dugaan sementara, lima korban meninggal bukan akibat terbakar, melainkan terjatuh dari ketinggian saat kapal mulai miring.

Dalam operasi penyelamatan, korban selamat dievakuasi menggunakan sejumlah kapal, di antaranya KM Meratus Pematang Siantar, TB Hasnur, KN Permadi, Selaras Mas, KRI Nala, dan KMP Mutiara Ferindo I. Basarnas juga menyebut seluruh penumpang yang melompat ke laut telah mengenakan jaket pelampung setelah mendapat instruksi dari awak kapal.

Selain pencarian melalui laut, tim SAR juga melakukan pemantauan dari udara untuk memastikan kondisi lokasi dan mencari kemungkinan petunjuk baru terkait posisi bangkai kapal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....