Kurban Selamatkan Dunia dan Akhirat

  • 29 Mei 2026 12:31 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Khutbah dan Salat Jumat di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat 29 Mei 2026, berlangsung khidmat. Kegiatan ibadah tersebut juga disiarkan langsung melalui RRI Pro 4 Surabaya sehingga dapat diikuti masyarakat luas di berbagai daerah.

Bertindak sebagai khatib, Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., yang juga menjabat sebagai Katib PWNU Jawa Timur, menyampaikan khutbah bertema “Hewan Qurban Mampu Menyelamatkan Kita di Dunia dan di Akhirat”. Dalam pembuka khutbahnya, ia mengajak jamaah meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta memperbanyak amal ibadah menjelang berakhirnya hari tasyrik.

KH Ahsanul Haq menjelaskan bahwa umat Islam masih memiliki kesempatan melaksanakan penyembelihan hewan qurban hingga Sabtu menjelang Magrib. Setelah waktu tersebut, penyembelihan tidak lagi bernilai ibadah qurban, melainkan hanya sedekah biasa.

“Hari ini adalah hari tasyrik yang kedua, masih ada hari tasyrik yang ketiga, yaitu hari Sabtu besok saat penyembelihan kurban berakhir menjelang Maghrib,” ujarnya di hadapan jamaah.

Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa syariat qurban telah ada sejak zaman Nabi Adam as Kisah Qabil dan Habil menjadi bukti bahwa ibadah qurban merupakan bentuk ketakwaan yang telah diwariskan para nabi sejak dahulu.

“Kurban ini sudah diperintahkan oleh Allah semenjak zaman Nabi Adam alaihissalam,” kata KH Ahsanul Haq. Ia menambahkan bahwa syariat tersebut kemudian dilanjutkan oleh Nabi Ibrahim as hingga Rasulullah Muhammad SAW dan umat Islam sampai saat ini.

Menurutnya, hewan kurban bukan sekadar simbol ibadah, melainkan memiliki nilai keselamatan bagi umat manusia. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyebut hewan qurban akan menjadi penolong bagi orang yang berqurban di dunia maupun di akhirat.

“Bahwasanya hewan yang kita kurbankan, apakah itu sapi, kambing atau yang lain, akan bisa menyelamatkan kita yang berkorban baik ketika kita masih hidup di dunia maupun ketika di akhirat nanti,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya berbagi kepada sesama melalui pembagian daging qurban. Sebagian besar daging qurban dianjurkan untuk disedekahkan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial dan ibadah kepada Allah SWT.

“Shodaqoh yang kita keluarkan untuk orang lain bisa menolak bala yang akan menimpa kita,” ujar Katib PWNU Jatim tersebut.

Menurutnya, sedekah dari hewan qurban akan mendatangkan perlindungan Allah SWT dari berbagai musibah kehidupan. Menjelang akhir khutbah, KH Ahsanul Haq menjelaskan tentang perjalanan manusia di akhirat, mulai dari Yaumul Mizan, Yaumul Hisab, hingga melewati Shirathal Mustaqim.

Ia menyebut hewan qurban kelak akan menjadi kendaraan bagi orang yang berqurban untuk melewati jembatan menuju surga. “Ketika di sirotol mustaqim tidak berjalan dengan kaki kita sendiri, melainkan hewan kurban inilah yang akan menjadi tunggangan kita menuju pintu surga,” katanya.

Ia pun menutup khutbah dengan doa agar umat Islam diberikan kemampuan dan keikhlasan untuk berqurban serta berbagi kepada kaum dhuafa dan masyarakat yang membutuhkan.



Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....