Tahun Baru Islam, Ketua MUI Surabaya Ajak Umat Islam Muhasabah
- 16 Jun 2026 12:05 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Momentum Tahun Baru Hijriah 1448 dinilai bukan sekadar pergantian angka di kalender, melainkan ruang refleksi yang berharga bagi umat Islam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surabaya, KH Muhaimin Ali mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai tonggak awal perubahan sikap, mental, dan peningkatan spiritual.
Menurutnya, esensi utama dari hijrah adalah melakukan evaluasi diri (muhasabah) secara mendalam atas apa yang telah diperbuat pada tahun-tahun sebelumnya. "Tahun Baru Hijriah 1448 bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Islam, tetapi merupakan momentum yang sangat penting dan berharga untuk melakukan mukhasabah, introspeksi diri, dan memperbaiki diri," ujar Muhammad Ali, Selasa, 16 Juni 2026.
Selain memperkuat hubungan vertikal dengan Allah SWT melalui zikir dan membaca Al-Qur'an, Ali menekankan pentingnya menjaga hubungan horizontal antar sesama manusia (silaturahmi) dan lingkungan sekitar. Ia menyoroti fenomena persaingan ketat dalam pekerjaan maupun jabatan di era sekarang yang kerap memicu perpecahan, seperti saling fitnah dan mencaci maki akibat terlalu fokus pada urusan duniawi.
Menanggapi dinamika zaman, Ali juga memberikan perhatian khusus pada gaya hidup masyarakat di era digital. Ia mengimbau umat Islam untuk lebih cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial demi menjaga kualitas iman.
"Kita harus cerdas bermedia sosial, karena di media sosial semuanya ada. Kita harus bisa memilih dan memilah-milah, disaring mana yang baik dan mana yang tidak baik. Jangan berguru di YouTube tanpa tahu dari mana asalnya dan siapa yang bicara," katanya.
Ali juga mengingatkan bahaya laten dari penyebaran informasi palsu di dunia maya. Menurutnya, jempol yang tidak bijak dalam membagikan informasi bisa menjadi bumerang dosa di akhirat.
"Jangan sampai kita ikut menyebarkan fitnah-fitnah. Dengan menyebarkan berita yang tidak jelas, kita akan mendapatkan juga 'jariah' daripada dosa itu," ucap Ketua MUI Surabaya tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....