Sabuk Kamtibmas Perkuat Keamanan Warga

  • 29 Mei 2026 00:22 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Program siaran Dialog Siskamling, Kamis 28 Mei 2026, membahas pentingnya optimalisasi Sabuk Kamtibmas dan ronda malam dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif melalui peran aktif masyarakat. Dialog menghadirkan narasumber Briptu I Gusti Rama Asna selaku Bamin Subdit Bhabinkamtibmas Ditbinmas Polda Jatim dan Briptu Tatra Arireksa selaku Bamin Subbagrenmin Ditbinmas Polda Jatim.

Dalam dialog tersebut dijelaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan keterlibatan warga secara aktif. Budaya gotong royong dan kepedulian sosial dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan.

Briptu I Gusti Rama Asna mengatakan Sabuk Kamtibmas merupakan sistem pengamanan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat yang dilakukan secara berlapis dan terintegrasi antarwilayah. Menurutnya, konsep tersebut menitikberatkan pada kewaspadaan lingkungan, kepedulian sosial, serta kolaborasi antara masyarakat dan aparat keamanan.

“Keamanan lingkungan tidak bisa berjalan maksimal tanpa adanya kepedulian bersama dari masyarakat. Sabuk Kamtibmas menjadi salah satu bentuk sinergi untuk menciptakan pengawasan yang cepat dan efektif,” ujar Briptu I Gusti Rama Asna dalam Dialog Siskamling.

Selain itu, ronda malam atau siskamling disebut masih relevan diterapkan di tengah masyarakat modern. Kegiatan patroli lingkungan secara bergiliran dinilai mampu menjadi langkah deteksi dini terhadap potensi tindak kriminalitas maupun gangguan ketertiban masyarakat.

Briptu Tatra Arireksa menjelaskan bahwa ronda malam tidak hanya bertujuan menjaga keamanan, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga. Ia menilai kegiatan tersebut mampu menumbuhkan rasa kebersamaan dan mengurangi sikap individualisme di lingkungan masyarakat.

“Ronda malam bukan sekadar berjaga, tetapi juga sarana memperkuat komunikasi dan solidaritas antarwarga. Ketika masyarakat saling mengenal dan peduli, potensi gangguan keamanan bisa ditekan,” kata Briptu Tatra Arireksa.

Dalam upaya optimalisasi Sabuk Kamtibmas dan ronda malam, masyarakat didorong mengaktifkan kembali pos kamling yang tidak berjalan. Sarana pendukung seperti lampu penerangan, kentongan, buku mutasi ronda, hingga CCTV sederhana juga dinilai penting untuk menunjang efektivitas pengamanan lingkungan.

Selain penguatan pos kamling, pemanfaatan teknologi informasi turut menjadi perhatian. Pembentukan grup komunikasi warga melalui aplikasi pesan singkat dinilai dapat mempercepat pelaporan apabila ditemukan aktivitas mencurigakan maupun situasi darurat di lingkungan sekitar.

Narasumber juga menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemerintah desa, serta seluruh elemen masyarakat. Edukasi rutin terkait keamanan lingkungan dan pendekatan humanis disebut menjadi strategi penting untuk menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif secara berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....