Sedekah Bumi Perkuat Kebersamaan Warga Made
- 09 Agt 2026 10:42 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Tradisi Sedekah Bumi di kawasan Made, Surabaya, kembali dipersiapkan sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan gotong royong masyarakat. Ketua Forum Surabaya Berdaya sekaligus Ketua LPMK Made, Joko Hadi Sumangat, mengatakan persiapan kegiatan tahunan tersebut terus dilakukan bersama panitia, pengurus RT/RW, dan masyarakat.
Menurut Joko, LPMK Made menjadi salah satu pihak yang berada di garda terdepan dalam mengoordinasikan pelaksanaan Sedekah Bumi. “Yang perlu digarisbawahi adalah persiapan ini mencakup nilai kebersamaan, swadaya masyarakat, dan gotong royong,” ujarnya dalam Dialog Kita Indonesia.
Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan masyarakat dalam berbagai persiapan, mulai dari penggalangan dana, kesenian, hingga penyusunan rangkaian acara. Joko menyebut seluruh unsur masyarakat terus terkoneksi untuk memastikan kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan tersebut berjalan sukses.
Rangkaian Sedekah Bumi akan diisi dengan berbagai kegiatan budaya dan tradisi masyarakat, di antaranya doa bersama, pembuatan tumpeng, kirab dari masing-masing RW menuju punden, serta ritual sebagai bagian dari puncak kegiatan. “Kirab dilakukan dari masing-masing RW, kemudian berkumpul di punden dan dilanjutkan dengan ritual,” kata Joko.
| Baca juga: Muharram Perkuat Iman |
Salah satu daya tarik kegiatan tersebut adalah keberadaan tumpeng berukuran besar yang dipersiapkan secara gotong royong oleh warga. Selain itu, ratusan tumpeng kecil juga akan dibawa dalam kirab sebagai simbol rasa syukur sekaligus partisipasi masyarakat dalam menjaga tradisi.
Kemeriahan Sedekah Bumi juga akan dilengkapi dengan berbagai pertunjukan kesenian tradisional, seperti tayub, campursari, dan ludruk. Pagelaran kesenian tersebut menjadi ruang hiburan sekaligus sarana mempertemukan warga dari berbagai kelompok usia dalam suasana kebersamaan.
Joko menilai keberadaan tradisi Sedekah Bumi memiliki makna sosial yang penting di tengah kehidupan masyarakat perkotaan yang semakin individual. “Sarana ini untuk mengumpulkan warga, menumbuhkan rasa memiliki, menjalin keakraban satu sama lain, dan memperkuat kebersamaan antarwarga,” tuturnya.
Menurut Joko, tradisi Sedekah Bumi menjadi salah satu bentuk kearifan lokal yang masih mampu menjadi pemersatu masyarakat di tengah perubahan zaman. Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi perayaan budaya dan hiburan, tetapi juga terus menjaga hubungan antartetangga serta semangat gotong royong warga Made.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....