Wabup Sidoarjo Soroti Layanan Rusunawa Pucang
- 10 Agt 2026 19:56 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menyoroti kondisi pelayanan dan fasilitas Rusunawa Pucang saat melakukan inspeksi mendadak. Ia meminta pemerintah daerah segera membenahi sejumlah persoalan yang dikeluhkan penghuni.
Dalam sidak tersebut, Mimik meninjau tiga bangunan Rusunawa Pucang yang terdiri atas gedung A, B, dan C. Kondisi bangunan, kebersihan lingkungan, fasilitas umum, pelayanan hingga keamanan menjadi perhatian. Mimik juga berdialog dengan sejumlah penghuni yang menyampaikan keluhan terkait pengelolaan rusunawa.
Mimik mengatakan pemerintah daerah harus memastikan penghuni mendapatkan pelayanan yang layak karena mereka rutin membayar biaya sewa. Menurut dia, pembayaran tersebut harus diikuti dengan pemenuhan hak penghuni, termasuk fasilitas umum dan kebersihan.
“Karena mereka sudah membayar setiap bulan, haknya harus terpenuhi, seperti fasilitas umum dan kebersihan di lingkungan masing-masing,” ujar Mimik, Senin 10 Agustus 2026.
Persoalan kebersihan menjadi salah satu sorotan utama. Tiga gedung yang masing-masing memiliki lima lantai saat ini hanya ditangani dua petugas kebersihan. Kondisi itu dinilai membuat kebersihan lingkungan rusunawa tidak terkelola dengan baik.
“Kondisi kebersihan sangat tidak layak. Tiga gedung mulai lantai satu sampai lantai lima hanya diurus dua orang tenaga kebersihan. Halamannya kotor dan penuh sampah,” kata Mimik.
Selain kebersihan, Mimik menyoroti kebutuhan perbaikan penerangan, keamanan, serta atap bangunan yang mengalami kebocoran. Pemerintah daerah juga mengusulkan pemasangan CCTV untuk meningkatkan keamanan penghuni.
Rusunawa Pucang memiliki tiga gedung dengan total 297 ruangan. Sebanyak 226 keluarga tercatat sebagai penghuni dengan tingkat hunian sekitar 85 persen. Tarif sewa unit di lantai bawah mencapai Rp545.000 per bulan, termasuk biaya listrik dan air.
Mimik juga menyoroti pengelolaan pendapatan rusunawa. Hingga Juni 2026, pendapatan dari lima rusunawa di Kabupaten Sidoarjo disebut mencapai sekitar Rp7,3 miliar. Menurut dia, pendapatan tersebut semestinya dapat mendukung kebutuhan pemeliharaan dan perawatan rusunawa.
“Pendapatan dari rusunawa ini harus dikembalikan untuk biaya renovasi atau perawatan agar pelayanan kepada penghuni bisa optimal,” ujarnya.
Dalam kunjungan itu, Mimik juga menerima keluhan penghuni mengenai dugaan asap dan bau yang disebut berasal dari aktivitas pabrik di sekitar rusunawa. Ia kemudian melakukan audiensi dengan pihak PT Sekar Laut Tbk dan sejumlah perwakilan penghuni.
Pihak perusahaan menyampaikan bahwa berdasarkan pengecekan sebelumnya, asap yang dikeluhkan tidak berasal dari aktivitas pabrik. Namun, perusahaan berkomitmen melakukan pengecekan ulang untuk memastikan sumber asap serta menindaklanjuti keluhan warga.
“Alhamdulillah, berdasarkan pengecekan ternyata asap tersebut bukan dari pabrik. Tetapi, akan kita cek ulang, sebenarnya asap itu berasal dari mana. Masyarakat juga sudah menyampaikan secara langsung dan dari pihak pabrik berkomitmen untuk menindaklanjuti aduan masyarakat,” kata Mimik.
Mimik berharap koordinasi antara Pemkab Sidoarjo, pengelola rusunawa, penghuni, dan pihak perusahaan menghasilkan solusi konkret sehingga kawasan Rusunawa Pucang dan sekitarnya menjadi lingkungan yang bersih, aman, sehat, dan nyaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....