Hindari Hal Sia-Sia, Isi Hidup dengan Hal Bermanfaat

  • 06 Agt 2026 07:11 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Mengisi hidup dengan hal-hal yang bermanfaat merupakan salah satu tanda baiknya kualitas keislaman seseorang. Sebaliknya, kebiasaan melakukan sesuatu yang sia-sia dapat mengurangi nilai ibadah dan menjauhkan seseorang dari keberkahan hidup.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Departemen Humas PW Salimah Jawa Timur, Rachma Ayuningtyas yang akrab disapa ustazah Yuyun, dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Surabaya, Kamis, 6 Agustus 2026.

Dalam tausiyahnya, ustazah Yuyun mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Hurairah, "Di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya." (HR. Tirmidzi).

Menurutnya, hadis tersebut menjadi pengingat agar setiap muslim mampu memilah perkataan, pikiran, dan perbuatannya sehingga kehidupan diisi dengan hal-hal yang membawa manfaat. "Tanda baiknya Islam seseorang adalah ketika ia mampu meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat. Semakin sedikit kita melakukan hal yang sia-sia, semakin besar kesempatan kita memperbanyak amal kebaikan," ujar ustazah Yuyun.

Ia menjelaskan, salah satu bentuk perbuatan sia-sia yang perlu dihindari adalah tidak menjaga lisan. Ucapan yang tidak bermanfaat, seperti bergosip, menyebarkan kabar yang belum jelas, atau menyakiti orang lain, dapat menjadi sumber dosa. Allah SWT juga mengingatkan dalam Surah Qaf ayat 18 bahwa setiap ucapan manusia selalu dicatat oleh malaikat.

Selain menjaga lisan, ustazah Yuyun mengajak umat Islam untuk mengamalkan ilmu yang dimiliki. Menurutnya, ilmu tidak cukup hanya dipahami, tetapi juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diajarkan kepada orang lain agar memberikan manfaat yang lebih luas.

Ia juga mengingatkan pentingnya menggunakan waktu dan pikiran untuk kegiatan yang bermanfaat. Daripada larut dalam aktivitas yang tidak memberi nilai kebaikan, masyarakat diajak memperbanyak ibadah, belajar, bekerja secara produktif, serta berbuat baik kepada sesama.

"Jangan sampai waktu, pikiran, dan tenaga kita habis untuk sesuatu yang tidak bernilai. Gunakan kesempatan yang Allah berikan untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat, karena itulah bekal terbaik bagi kehidupan dunia maupun akhirat," katanya.

Ustazah Yuyun menambahkan, hal lain yang perlu dihindari adalah menggantungkan rasa takut dan harapan kepada makhluk. Seorang muslim hendaknya meyakini bahwa segala urusan berada dalam kehendak Allah SWT sehingga lebih mengutamakan tawakal kepada-Nya.

Di akhir tausiyah, Ustazah Yuyun mengajak masyarakat menjadikan hadis Rasulullah SAW tersebut sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menjaga lisan, mengamalkan ilmu, memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, serta memperkuat keimanan kepada Allah SWT, setiap muslim diharapkan dapat menjalani hidup yang lebih bermakna dan penuh keberkahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....